• Kamis, 7 Juli 2022

Konflik Tanah Gara-Gara Ramalan, Belajar Tentang Feng Shui Dari Segi Islam

- Jumat, 17 Desember 2021 | 10:06 WIB
Desain tanpa judul (4)
Desain tanpa judul (4)

Khazanah - Film Feng Shui pada tahun 2018 bagi sebagian orang mungkin akan selamanya membuat mereka menggelengkan kepala. Konflik perebutan tanah akibat ramalan soal struktur tanah tertentu yang bisa memberikan kemakmuran materil tidak bisa terelakkan. Dalam film tersebut, ditunjukkan bagaimana manusia menjadi serakah dengan tanah-tanah tersebut agar mendapatkan kekuasaan tanpa batas. Kalau begitu, apakah sebenarnya Feng Shui? Feng Shui berasal dari China, yaitu Feng berarti angin dan Shui yang bermakna air. Banyak cabang dari ilmu Feng Shui yang memang difokuskan untuk mempelajari keseimbangan hidup manusia dengan alam. Dalam hubungannya dengan bangunan serta strukturnya, ia adalah ilmu dan kepercayaan yang mengatur tatanan tempat tinggal dan lingkungan agar selaras dengan jiwa penghuni.

Bagaimana Islam Melihat Feng Shui?

Sama seperti ilmu pada umumnya, Feng Shui memiliki ajaran yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Misalnya, di Indonesia yang kaya struktur alamnya, tidak disarankan untuk membangun di sekitar tebing dan sejenisnya, karena rawan longsor. Hal tersebut terbukti, karena sudah banyak kasus ketika longsor terjadi, rumah-rumah pun ikut terbawa ambrukkan tanah. Namun, ilmu Feng Shui ini memiliki ajaran yang dipercayai membawa ketidakberuntungan apabila tidak mengikutinya. Contoh, anggapan bahwa bangunan rumah yang lebih rendah dari jalan raya dipercaya membawa kesulitan finansial. Dalam Islam, penilaian bahwa sesuatu dapat membawa keberuntungan atau kesialan termasuk dalam sikap syirik. Karena, sejatinya manusialah yang bertanggung jawab atas keberuntungan dan kesialan terhadap mereka.

قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَعَكَ قَالَ طَائِرُكُمْ عِنْدَ اللَّهِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَ

Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu.” Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji.” (An-Naml: 47) Lalu, Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (An-Nisa: 48). Alasannya jelas, karena manusia lebih mempercayai hal-hal seperti itu, daripada mempercayai bahwa setiap keberuntungan atau kesialan merupakan takdir Allah.

Sebagai Acuan, Islam Juga Mengatur Persoalan Penataan Rumah

Tidak ada aturan spesifik mengenai tata letak secara mendetail, namun Islam menghendaki rumah yang di dalamnya bisa dilakukan beragam aktivitas, termasuk aktivitas beribadah pada Allah. Maka dari itu, setiap rumah seorang muslim disarankan memiliki tempat untuk beribadah. Selain itu, pembagian ruangan pada rumah mengadopsi konsep muhrim. Yakni pada setiap rumah, terdapat pembagian ruang area. Pertama, area publik yang digunakan untuk menjamu tamu. Kemudian area semi-privat, di dedikasikan untuk ruang keluarga dan ruang makan. Ada pula area privasi yang dikhususkan untuk kamar tidur, dibuat menghadap ke utara seperti adab ketika tidur. Area servis, tempat dapur dan kamar mandi berada. Dalam pembuatan kamar mandi, dibuat agar tidak menghadap atau membelakangi kiblat. Kemudian, bila masih ada area mencukupi, dibuat area sakral, tempat aktivitas beribadah dilakukan. Untuk larangan, Islam melarang keberadaan lukisan makhluk hidup dan patung. Hal ini sudah ditetapkan oleh hadits. Berbeda dengan foto, melalui beberapa diskusi para ahli berpendapat mengizikan keberadaan foto di rumah. Ini dilakukan untuk mencegah perbuatan syirik tadi.     Sumber : https://www.tionghoa.info/fengshui http://blog.arsitekonline.com/2009/07/bagaimana-hukum-feng-shui-dalam-islam.html https://tanyajawabfikih.com/hukum-fengshui-dalam-islam/ https://islam.nu.or.id/syariah/pendapat-ulama-soal-memajang-gambar-atau-lukisan-di-rumah-qfEDv https://muhammadiyah.or.id/hukum-memelihara-anjing-dan-soal-malaikat-yang-tidak-masuk-rumah/ https://www.republika.co.id/berita/qsnnvk320/benarkah-memajang-foto-keluarga-di-ruangan-rumah-haram https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/bitstream/handle/11617/5396/11.Widyastuti%20Nurjayanti.pdf?sequence=1&isAllowed=y Adzim, Dian Rhomadlonal. 2008. “Feng Shui Dalam Tinjauan Hukum Islam”. Skripsi. Malang. UIN Malang.   Penulis: Galuh Budiati Wangsa/Internship Editor: Fahmi Idris/Internship  

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X