• Kamis, 7 Juli 2022

Kesetaraan Gender Dalam Islam

- Sabtu, 1 Januari 2022 | 05:30 WIB
mostafa-meraji-YM-SQQC8fsI-unsplash
mostafa-meraji-YM-SQQC8fsI-unsplash

Khazanah - Istilah gender memiliki arti jenis kelamin yang berarti sama dengan kata sex. Istilah tersebut kemudian didefinisikan tak hanya sebatas jenis kelamin, namun lebih menekankan pada lingkungan yang membentuk kepribadian dari segi nilai dan perilaku. Oleh karena itu gender ditentukan oleh lingkungan, keyakinan atau cara pandang sehingga pemahaman gender bersifat mutlak. Seperti pembentukan pandangan bahwa laki-laki harus kuat, gagah, pemberani, dan selalu menjadi pemimpin. Sedangkan perempuan dinilai sebagai sosok yang lembut, keibuan dan lemah.

Gender Dalam Realitas Sosial

Sebagai contoh realitas sosial yang terjadi di masyarakat tentang perempuan selalu diidentikkan dengan urusan rumah tangga. Seperti aktivitas mencuci, menyapu, memasak yang dinilai sebagai kewajiban bahkan kodrat kaum perempuan. Padahal secara biologis, kodrat perempuan hanya tiga yaitu, melahirkan, mengandung dan menyusui. Sejatinya kewajiban rumah tangga merupakan kewajiban laki-laki sebagai suami. Hal ini dijelaskan dalam kitab Hasyiyatul Jamal karya Sulaiman Al-Jamal, bahwa laki-laki wajib memberitahu istri bahwa kewajiban tersebut merupakan kewajiban suami.

Islam Menjunjung Kesetaraan Gender

Sebagai agama rahmat untuk semua alam, sejak kemunculannya, Islam telah menjunjung kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini tercantum dalam ayat-ayat Al-Quran dan juga perlakukan Nabi Muhammad terhadap kaum perempuan. Al-Quran mengisyaratkan tentang kaum perempuan bisa sukses dan menjadi pemimpin melalui kisah Ratu Balqis. Rasulullah saw juga mengistimewakan kaum perempuan dengan memberikan kemerdekaan atas hak-hak mereka. Islam pada dasarnya menempatkan perempuan pada posisi yang setara dengan laki-laki. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga keduanya bisa saling membantu dan menguatkan masing-masing. Sejalan dengan itu, Al-Quran juga tidak memandang perbedaan dalam tingkat kecerdasan atau kemampuan berpikir antara laki-laki dan perempuan. Ulul Albab yang disebut oleh Al-Quran sebagai orang yang berpikir, tidak terbatas hanya pada kaum laki-laki tapi juga perempuan. Selanjutnya, penerapan kesetaraan gender juga terjadi dalam hukum Islam. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan atas hukum yang berhubungan dengan isu ini seperti hukum poligami, dan warisan dalam Islam. Tak hanya itu, di bidang profesi Islam juga melakukan penyetaraan gender seperti profesi hakim bagi perempuan.   Penulis : Gina Nurulfadillah/Internship Editor: Fahmi Idris/Internship

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X