• Kamis, 7 Juli 2022

Indahnya bersikap Husnuzan

- Jumat, 26 November 2021 | 22:58 WIB
nega-YdyhHbWZ1V0-unsplash
nega-YdyhHbWZ1V0-unsplash

Khazanah - Sebagai manusia kita pasti pernah berprasangka kepada orang lain. Mau itu prasangka baik ataupun prasangka buruk. Hidup manusia tak pernah lepas dari prasangka manusia lainnya, kadang kala prasangka tersebut menimbulkan suatu konflik dalam kehidupan manusia.

Apa itu Suuzan?

Nah, dalam Islam kita mengetahui dua istilah yang berkaitan dengan prasangka, yaitu suuzan dan husnuzan. Suuzan adalah suatu prasangka buruk yang timbul dalam pikiran manusia setelah melihat suatu hal atau peristiwa. Suuzan merupakan akhlak tercela yang tak pantas dimiliki oleh seorang muslim. Karena dampaknya dapat menimbulkan suatu fitnah baru dalam masyarakat. Kenapa suuzan dapat menimbulkan fitnah? Hal itu dikarenakan suuzan adalah prasangka buruk yang belum diketahui kebenarannya. Walaupun suuzan kerap terjadi antar sesama manusia, suuzan juga dapat terjadi antara manusia dengan Allah. Hal ini karena kebanyakan manusia tidak dapat menerima ketentuan dari Allah Swt yang tidak sesuai dengan keinginannya, hal itu menyebabkan timbulnya suuzan kepada Allah Swt.

Apa itu Husnuzan?

Lawan kata dari suuzan adalah husnuzan. Husnuzan adalah suatu prasangka baik yang timbul dalam pikiran manusia setelah melihat suatu hal atau peristiwa yang terjadi. Bila suuzan dapat menimbulkan fitnah, maka sebaliknya husnuzan mampu membuat hati tenang dan suasana yang tenteram. Dengan menanamkan sifat husnuzan kita akan senantiasa berprasangka baik kepada semua orang. Selain itu, sifat husnuzan juga dapat kita terapkan kepada segala ketentuan-ketentuan dari Allah Swt. Baik itu ketentuan buruk ataupun ketentuan baik.

Husnuzan pada Ketentuan dari Allah

Bagaimana caranya agar kita dapat berhusnuzan dengan semua ketentuan dari Allah, bahkan ketika ketentuan tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita? Keadaan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, memang sulit untuk husnuzon. Namun kita dapat berhusnuzan dengan mempercayai bahwa cobaan yang diberikan Allah kali ini terdapat hadiah istimewa yang telah disiapkan. Dengan berhusnuzan kita tidak akan larut terlalu lama dalam kesedihan, kita juga mampu melewati cobaan dengan sabar dan ikhlas. Nah, selain kita mendapat pahala dengan senantiasa bersikap husnuzan, kita juga dapat mensyukuri segala nikmat dari Allah tanpa merasa kurang, menerima dengan lapang segala ketentuannya, tidak larut dalam kesedihan terlalu lama, dan hidup dengan tenang. Selain itu sikap husnuzan kepada sesama manusia juga menimbulkan hubungan yang harmonis dalam suatu masyarakat atau kelompok dan mampu menciptakan masyarakat yang nyaman dan tentram.   Penulis             : Sya’riah An-Najh/Internship Editor              : Fahmi Idris/Internship

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X