• Kamis, 7 Juli 2022

Peringatan Maulid Nabi, Telisik 3 Akhlak Mulia Muhammad SAW

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:16 WIB
pexels-ahmed-aqtai-2233416
pexels-ahmed-aqtai-2233416

Khazanah - Nabi Muhammad SAW merupakan tokoh dunia yang banyak disorot oleh manusia sejak zaman dahulu hingga hari ini. Kebesaran nama serta kedudukan Nabi Muhammad SAW bahkan sampai pada zaman kita sekarang dan akan terus berlanjut hingga generasi yang akan datang. Untuk mengingat kemuliaan Nabi Muhammad SAW, umat muslim Indonesia biasa menyelenggarakan kegiatan peringatan kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal. Lantas apa sesungguhnya yang membuat nama Nabi Muhammad amat masyhur di kalangan umat manusia? Bahkan Michael H. Hart, seorang astrofisikawan dalam bukunya 100 Tokoh Paling Berpengaruh di dunia, menempatkan Nabi Muhammad sebagai orang nomor satu paling berpengaruh di dunia. Begitu banyak akhlak dalam diri beliau yang bisa kita teladani. Namun berikut, 3 akhlak mulia Rasulullah SAW yang bisa kita coba aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Akhlak Rosulullah Muhammad SAW

Pertama, yakni sikap tawadu adalah sikap seorang yang rendah hati, namun tidak sampai merendahkan kehormatan diri dan tidak membiarkan orang lain melecehkan dirinya. Kebalikan dari sikap tawadu adalah takabur yakni sikap merasa lebih unggul atau lebih mulia dibandingkan dengan yang lain. Takabur merupakan sikap yang tidak boleh ada dalam diri kita, termasuk dalam diri Rosulullah Muhammad SAW. Takabur juga memiliki arti kesombongan, dimana kesombongan adalah sikap terlalu yakin terhadap diri, merasa apapun yang dikerjakan itu hasil diri sendiri. Tidak mau menerima perbedaan pendapat, tidak mau menghargai orang lain. Rasul Muhammad SAW menyamakan kedudukan bagi siapapun, itulah sifat rendah hatinya beliau. Dikisahkan saat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat sedang dalam perjalanan, mereka memutuskan untuk beristirahat, berkemah dan memasak. Para sahabat membagi tugas di antara mereka, ada yang siap menyembelih anak kambing, membersihkan daerah perkemahan, dan ada pula yang memasak. Muhammad SAW berkata "saya siap mengumpulkan kayu bakar". Para sahabatnya berkata tidak usah, namun Rasul berkata, "saya tahu kalian pasti bisa menyelesaikan semua tugas ini, tapi saya tidak mau diistimewakan daripada yang lain." Begitu mulianya akhlak beliau. Belum lagi kisah rendah hatinya beliau terhadap tamu, pedagang dan anak-anak. Kedua, sikap sabar yaitu menerima secara lapang dada semua bentuk perlakuan yang tidak nyaman dan bahkan menyakitkan yang terjadi pada dirinya. Teladan akhlak mulia Rasul Muhammad SAW tersirat dalam kisah beliau dalam berdakwah. Sikap seorang muslim dalam menanggapi kondisi yang terjadi pada dirinya yang pertama adalah menerima terlebih dahulu apa yang menjadi ketetapanNya. Sabar dalam Al Quran itu banyak sekali, ada 70 kali kata sabar di dalam Al Quran (QS Al Ahqaf: 75). Tiga diantaranya, sabar dalam menghadapi cobaan, sabar dalam beribadah dan sabar dalam menahan diri untuk bermaksiat. Ketiga, sikap pemberani. Keberanian dalam Islam disebut syaja'ah. Syaja'ah berperan penting saat seorang muslim menghadapi bahaya, kesulitan, atau kondisi buruk lain. Sifat berani mendorong muslim tetap bersikap benar, bijaksana, dan mampu mengendalikan emosi. Dicontohkan nabi ketika Perang Badar. Rasul Muhammad SAW berada dibaris terdepan. Saat yang kita bawa adalah kebenaran, maka pesan Rasulullah kepada Ibnu Abbas, jagalah Allah maka Allah akan menjaga dirimu. Kita akan dekat dengan pertolongan Allah, ketika kita menjaga syariat Allah, termasuk dakwah.

Pertolongan Allah untuk 3 Golongan Orang

Sebagaimana Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah bersabda, "Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah Swt., seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang menikah demi menjaga kehormatan dirinya." (HR Thabrani). Demikian akhlak mulia Rasul Muhammad SAW dan masih banyak lagi sikap yang bisa kita jadikan teladan. Momentum Peringatan Maulid Nabi, menjadi ruang bagi kita untuk kembali menelisik akhlak beliau yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari - hari. Penulis: Dita FA Editor: Sasa  

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X