• Kamis, 11 Agustus 2022

4 Keutamaan Puasa Syawal, Waktu dan Tata Caranya

- Jumat, 28 Mei 2021 | 14:44 WIB
pexels-naim-benjelloun-2291592
pexels-naim-benjelloun-2291592

Keutamaan Puasa Syawal, Setara Dengan Puasa Satu Tahun Penuh
Tips -- Kali ini kita bakal bahas tentang keutamaan puasa Syawal, waktu dan tata caranya. Syawal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah. Hari pertama Syawal adalah hari raya Idul Fitri. Syawal berarti 'angkat atau bawa'. Dilansir dari republika.co.id, Ida Fitri Shohibah dalam Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah (2012) memaparkan, secara kebahasaan, Syawal berasal dari kata bahasa Arab yang berarti ‘peningkatan’, ‘meningkat’, atau ‘terbit’. Ibnul ‘Allan asy Syafii mengatakan, “Penamaan bulan Syawal itu diambil dari kalimat Sya-lat al Ibil yang maknanya onta itu mengangkat atau menegakkan ekornya. Syawal dimaknai demikian, karena dulu orang-orang Arab menggantungkan alat-alat perang mereka, disebabkan sudah dekat dengan bulan-bulan haram, yaitu bulan larangan untuk berperang.”(Dalil al Falihin li Syarh Riyadh al Shalihin).
Puasa Syawwal
Setelah melaksanakan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal. Seperti bulan Ramadan, ada beberapa amalan ibadah yang bisa kita laksanakan di bulan Syawal, salah satunya yaitu puasa Syawal. Rasulullah SAW pun selalu mengajarkan puasa Syawal ini. Enam hari puasa selama Syawal setelah berpuasa Ramadan, setara dengan puasa “terus menerus”atau puasa setahun penuh. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, berbunyi: "Dia yang menjalankan puasa Ramadan dan kemudian mengikutinya dengan enam (puasa) Syawal. Seolah-olah dia berpuasa terus-menerus." (HR. Muslim). Abu Ayyub al-Anshari bercerita bahwa Rasulullah saw bersabda, "Siapa saja yang puasa Ramadan, kemudian dia melanjutkan dengan enam hari pada bulan Syawwal maka jadilah puasanya seperti satu tahun” (HR. Abu Dawud, Ahmad, Ibn Majah, Muslim dan Tirmidzi). Dengan demikian, puasa Ramadan dan mengikutinya dengan berpuasa enam hari di Syawal sama (dalam pahala) dengan puasa terus menerus; perbuatan baik dihargai dengan sepuluh kali lipat pahala; yang ditafsirkan melalui Hadits Thawbân, bahwa Nabi saw bersabda, “Puasa Ramadan mengambil pahala puasa sepuluh bulan, puasa enam hari sama dengan puasa dua bulan, karenanya, ini sama dengan puasa selama setahun penuh. " yaitu Ramadan dan enam hari setelahnya. [Diautentikasi oleh Al-Albani] Puasa enam hari di bulan Syawal salah satu kesempatan istimewa dan berharga bagi seorang Muslim, yang sayang sekali jika dilewatkan begitu saja. Kita sebagai seorang muslim harus mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan ridho dan pahala yang sangat besar dari Allah SWT.
Keutamaan Puasa Syawal
Dilansir dari en.islamway.net, apa yang telah disebutkan oleh Al-Hafiz Ibn Rajab, dalam bukunya Latâ'if Al-Ma'ârif (Ilmu yang Baik). Pertama, puasa enam hari Syawal setelah Ramadan melengkapi pahala puasa seumur hidup. Kedua, puasa beberapa hari di Syawal dan Sya'bân adalah seperti sholat sunnah sebelum dan sesudah sholat wajib, sehingga melengkapi kekurangan yang terjadi dalam shalat wajib. Ketiga, berpuasa setelah puasa Ramadan merupakan tanda bahwa puasa telah diterima; ketika Allah menerima pekerjaan orang beriman, Dia membimbingnya untuk melakukan amal saleh setelahnya. Melakukan Puasa Syawal bisa jadi tanda diterimanya amalan puasa Ramadan. Beberapa orang mengatakan: "Pahala dari suatu pahala adalah pahala yang lain, jadi siapa yang melakukan perbuatan baik dan mengikutinya dengan perbuatan baik yang lain, maka itu adalah tanda bahwa perbuatan pertama diterima oleh Allah; dan siapa yang melakukan perbuatan baik dan mengikuti itu dengan berbuat dosa, maka ini pertanda perbuatannya ditolak dan tidak diterima." Keempat, puasa Ramadan mengampuni dosa-dosa masa lalu, sebagaimana telah disebutkan, dan bahwa dengan puasa Ramadan kita akan mendapatkan pahala penuh pada hari Fitri (hari raya).Iitu adalah hari penghargaan, jadi melanjutkan puasa setelah Ramadan adalah bentuk berterima kasih atas berkah yang Allah berikan, karena tidak ada berkah yang lebih besar dari pada pengampunan dosa. Nabi Muhammad SAW, biasa solat sampai kakinya bengkak, suatu ketika Aisyah ra pun bertanya kepada Rasulullah SAW, mengapa suaminya shalat malam hingga kakinya bengkak. Bukankah Allah SWT telah mengampuni dosa Rasulullah baik yang dulu maupun yang akan datang? Rasulullah menjawab, "Tidak bolehkah aku menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?" (HR Bukhari Muslim).
Waktu dan Tata Cara Puasa Syawal
Waktu Puasa Syawal :
  1. Puasa Syawal dilakukan 6 hari di bulan Syawal
  2. Boleh dilakukan sejak tanggal 2 Syawal
  3. Boleh dikerjakan secara berturut-turut, atau bisa pula secara tidak berurutan selama masih berada di bulan Syawal
  4. Menurut pandangan Mahzab Syafi’i jika seseorang masih memiliki utang puasa Ramadan, maka sebaiknya mengganti puasa terlebih dulu (puasa qadha). Agar mendapatkan keutamaan puasa Syawal.
Tata Cara Puasa Syawal
Pelaksanaan puasa Syawal sama seperti puasa Ramadan dan puasa sunnah lainnya dalam Islam. Berniat, lalu menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Buat ngaderes mania yang belum puasa Syawal, yuk semangat puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal mumpung masih tanggal 17 Syawal. Jangan sampai terlewatkan begitu saja, sayang loh guys! (Dita/berbagai sumber) Penulis: Dita Fitri A Editor: Redaksi

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X