• Kamis, 7 Juli 2022

Menelisik Makna Berqurban ( Part II)

- Senin, 29 Juli 2019 | 05:23 WIB
sapi
sapi

Tinggal menghitung hari, Momentum Iedul Adha sebagai hari besar umat Islam akan segera menjelang. Umat Islam di seluruh penjuru dunia berlomba memberikan qurban terbaiknya. Pemilihan usia, berat, hingga cacat hewan dilakukan agar Ibadah yang hanya ada setahun sekali ini bisa memberikan pahala maksimal bagi para pequrban. Qurban sendiri berasal dari bahasa Arab, "qoriba-yaqrobu-qurbaanan". Qurbaanan artinya dekat. Namun, istilah qurban dlm fiqih disebut udhiyyah (sembelihan hewan qurban bahiimatul an'am). Bahiimatul an'am sendiri adalah unta, sapi, kambing, kerbau (qiyas sapi) dan domba (qiyas kambing). Setiap orang mendambakan qurbannya ingin diterima oleh Allah SWT. Maka apa yang menjadi landasan kita dalam berqurban?. Al Qu'ran mengisahkan dua kisah tentang berqurban. Pertama, qurban seperti dalam kisah Habil dan Qabil. وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".

(QS 5:27)

Diriwayatkan di dalam Al Qur'an, Allah SWT memerintahkan dua anak Nabi Adam yakni Qabil dan Habil untuk berqurban. Habil berqurban dengan niat terbaik ingin diterima qurbannya. Ia memilih kambing muda terbaik dari ternaknya. Sedangkan Qabil berqurban dengan seikat gandum. Ia tidak terlalu mempedulikannya, ia dipenuhi rasa sombong dan angkuh terhadap saudaranya. Alhasil, qurban Habil lah yang diterima oleh Allah SWT. Habil menempatkan niat menjadi dasar utama dalam berqurban. Berqurban semata – mata mengharapkan ridho Allah SWT dan kesungguhan dalam memberikan yang terbaik. Kedua, Qurban nabi ibrahim terhadap sembelihan anaknya (Ismail) yg digantikan Allah SWT dengan dzibhin 'adzhiim (hewan sembelihan yg besar) memberikan pelajaran kita agar mampu mengorbankan kecintaan kita melebihi cinta kepada Allah SWT. Anak yang didamba kehadirannya setelah sekian lama. Allah SWT perintahkan untuk disembelih, maka ditunaikanlah apa yang menjadi titahNya. Saat itu pula, Ismail menerima apa yang menjadi perintahNya. Saat menjelang disembelih, digantikanlah Ismail dengan hewan sembelihan. Maka tak heran jika Nabi Ibrahim dijuluki sebagai Bapak Tauhid. Berikut kisahnya dalam Al Quran surat As – Saffat ayat 102 -107, فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ ﴿١٠٢﴾ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Begitulah Al Quran menggambarkan peristiwa qurban. Semoga dua kisah di atas menjadi suri tauladan bagi kita dalam memaknai qurban. Nah, seperti apa rencana qurbanmu di tahun ini? Kiriman Netizen, Abu Nafiz    

Editor: Administrator

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X