• Jumat, 30 September 2022

Kapan Lebaran? Yuk Telaah Hilal dan Hisab! (Bagian 2 )

- Minggu, 2 Juni 2019 | 23:17 WIB
14944643521621334182
14944643521621334182

Pada akhirnya, seperti yang sudah dijalankan selama bertahun-tahun, pemerintah Indonesia menggabungkan dua metode ini secara bersamaan. Pendekatan rasional dengan hisab dan pendekatan empirik dengan rukyat.

Metode hisab digunakan untuk menghitung kemungkinan wujud hilal dan posisinya, lalu dengan metode rukyat dikonfirmasi keberadaan hilal). Jika dalam konfirmasi ini hilal tidak terlihat, maka sesuai hadis yang digunakan dasar para perukyat, “jika tertutup (tidak terlihat), maka genapkanlah”—bahkan sekalipun hilal memang benar-benar ada di sana.

Untuk mengantisipasi beragam fenomena alam yang terjadi, metode hisab diperkuat pula oleh madzhab sebagian ulama yang memakai metode hisab. Di antaranya Mutarrif bin Abdullah Asy-Syikhkhir (w. 87 H) dari kalangan kibarut-tabi’in, Abul Abbas bin Suraij (w. 306 H) dari kalangan Asy-Syafi'iyah, dan Ibu Qutaibah (w. 276 H) dari kalangan muhadditsin.

Maka, ahirnya kita paham hilal dan hisab itu seperti apa, bukan?

(sae)

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Kisah Ummu Salamah, Ibunya Orang-Orang Mukmin

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X