• Jumat, 30 September 2022

Kapan Lebaran? Yuk Telaah Hilal dan Hisab! (Bagian 2 )

- Minggu, 2 Juni 2019 | 23:17 WIB
14944643521621334182
14944643521621334182

Jarak ideal mata telanjang bisa melihat hilal adalah 7 derajat. Kurang dari itu maka diperlukan alat bantu teleskop. Batas penggunaan alat ini pun ada batasnya pada sudut 3 derajat. Kurang dari itu hilal tidak akan terlihat karena terlalu dekat dengan matahari.

-

Metode Hisab Dalam Penentuan 1 Syawal

Karena rukyatul hilal memiliki banyak keterbatasan maka berkembanglah metode hisab. Metode yang bermakna menghitung (‘adda), kalkukasi (akhsha), dan mengukur (qaddara). Hisab berarti menghitung pergerakan posisi hilal di akhir bulan untuk menentukan awal bulan—khusus—seperti Ramadhan atau Syawal.

Secara sederhana perbedaan ini terletak pada konsep wujudulhilal (keberadaan hilal) bagi golongan yang menggunakan metode hisab murni. Artinya, tafsir soal “melihat hilal” dipahami sebagai melihat tidak harus dengan mata kepala tetapi juga bisa menggunakan ilmu. Dengan hisab, posisi hilal akan bisa diprediksi ada "di sana” sekalipun wujudnya tidak terlihat. Barangnya ada, tapi tidak terlihat.

Dua metode ini adalah gambaran. Dengan metode hisab, para ulama mencoba menggunakan pendekatan rasional. Melihat pola, membacanya, lalu menyusun prediksi-prediksinya. Semua dilakukan dalam rumus-rumus. Sedangkan metode rukyat merupakan pendekatan empirik. Bagaimana pengalaman menyaksikan tanda-tanda alam adalah penentu sebuah hukum syariat berlaku.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Kisah Ummu Salamah, Ibunya Orang-Orang Mukmin

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X