• Kamis, 7 Juli 2022

Kapan Lebaran? Yuk Telaah Hilal dan Hisab! (Bagian 2 )

- Minggu, 2 Juni 2019 | 23:17 WIB
14944643521621334182
14944643521621334182

Ngaderes.com – Salah satu cara yang dilakukan untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri dilakukan dengan melihat hilal. Pada masa Nabi Muhammad dan beberapa tahun setelahnya, bulan baru sangat mudah ditentukan. Dalam kalender Hijriah, perhitungan hari dimulai saat matahari tenggelam atau saat waktu magrib. Jadi, kita hanya tinggal menanti matahari terbenam di hari ke-29 dan mencari kemunculan bulan sabit untuk menentukan 1 Syawal.

Fakta alam berkenaan dengan hilal bulan

Dalam prosesnya, bulan membutuhkan waktu mengitari bumi selama 29,531 hari atau hampir 29,5 hari. Maka itulah kenapa pilihan yang tersisa hanya tinggal dua untuk durasi hari dalam satu bulan. Kalau tidak 29 hari berarti 30 hari. Tinggal kecenderungan mana yang lebih berat pada jelang matahari terbenam di hari ke-29.

Saat ini, alam bersifat tidak konstan. Ia cenderung mengalami perubahan dan membuat hilal menjadi tidak mudah terlihat. Hal ini disebabkan karena hanya sekitar 1,25% bagian dari permukaan bulan saja yang terkena paparan sinar matahari. Alhasil, penampakan bulan dari bumi hanya seperti garis lengkung tipis saja.

Terlebih, kondisi saat hilal akan terlihat adalah ketika langit masih dalam keadaan terang di waktu magrib. Kadang-kadang cahaya bulan akan kalah dengan berkas cahaya matahari, sehingga membuat hilal terlihat samar. Terkadang pula langit terlalu mendung, hingga hilal sulit dilihat.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X