• Senin, 27 Juni 2022

Beberapa Keunikan Pemahaman Orang Indonesia saat Ramadhan

- Senin, 27 Mei 2019 | 01:40 WIB
serba ramadhan
serba ramadhan

Ngaderes.com-Ramadhan sudah memasuki hari ke-16, hal apa saja yang sudah kamu lakukan hingga hari ini? Mudah-mudahan sudah banyak hal baik dan juga bermanfaat ya yang sudah dilakukan. Baik bagi diri pribadi maupun sekitar kita ya. Nah, Ramadhan di Indonesia ini sungguh unik. Selain karena hampir 80% warga nya berkeyakinan Islam, juga karena Indonesia ini kaya akan budaya. Akhirnya, di sebagian wilayah penyambutan Ramadhan maupun masa ketika akan berakhirnya Ramadhan selalu dipenuhi dengan perayaan berdasar pada “budaya khas” di tiap wilayahnya. Kemudian, dalam menjalankan ibadah Ramadhan ini pun juga, banyak sekali hal-hal yang unik yang bisa dibahas ya, terutama mengenai kebiasaan-kebiasaan kita saat menjalankannya. Yuk kita bahas. Pertama, pernah ga sih ketika kita masih anteng makan sahur pas tiba-tiba terdengar suara “IMSAK, IMSAK, IMSAK”, nah loh abis gitu langsung buru-buru otomatis berhenti makan meski ibarat kata ada kangkung nyangkut di perantaraan tenggorokan dan permukaan mulut pun langsung seketika berhenti. Kenapa bisa terjadi? Nah, ini yang dibilang unik. Masih banyak masyrakat Indonesia ini yang mengira bahwa berakhirnya sahur itu adalah pas “IMSAK”, padahal nyatanya sebelum adzan subuh berkumandang, kita masih bisa makan lho. Selain itu, ada juga kejadian unik lainnya perihal sahur nih. Jadi karena jaman dulu kan selalu dibilang sama Ustadznya atau beberapa orang yang diangggap opinion leader seperti Kyai atau Ulama atau tokoh masyarakat yang memberikan pemahaman kepada warganya bahawa waktu dimulainya berpuasa itu ketika fajar terbit. Nah, ternyata di jaman sekarang masih ada lho yang mulai berhenti makan itu ketika matahari mulai terbit.  Duh, duh, duh lucu ya, tapi lucu nya harus dibenahi. Kedua, segala sesuatu hal yang baik dan benar sesuai aturan Allah yang dilakukan di bulan Ramadhan ini bisa jadi pahala, termasuk salah satunya tidur. Tapi, tidur yang seperti apa sebenarnya yang dapat pahala? Hati-hati salah kaprah ya. Tapi jika berpikirnya ‘ah, biar paket hemat dan enak pas puasa’ jadinya selama sebulan Ramadhan ini diisinya tidur aja terus. Ya, gimana ya?. Tidur nya orang yang dapat pahala itu, tidurnya orang yang sudah lelah dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan perintahNya meski dalam kondisi Ia sedang berpuasa. Jadi, kalau kita merasa hanya karena lelahnya puasa saja kita sudah kalah dan hanya diisi dengan tidur saja. Sayang sekali waktunya  ya. Selanjutnya, yang ketiga. Ramadhan ini adalah bulan pelatihan dan pembinaan hawa nafsu,termasuk menahan amarah, ghibah, dsb.  Jadi bulan inilah yang menjadi penentu kebiasaan kita di 11 bulan berikutnya yang akan dijalani. Nah, tapi lucunya masih banyak yang berpikir seperti, “harus sabar lagi puasa, kalau udah buka aja nanti marahnya”, dan banyak hal lainnya. Oke, ini yang harus kita pahami dan pelajari bersama ya. Menahan amarah itu bukan hanya kita lakukan sesaat kita puasa saja, tapi justru dengan kita berpuasa kita disitu di latih untuk bisa mengontrolnya. Even dalam kehidupan sehari-hari yang ktia jalani. Jadi, ada yang bilang kalau puasanya batal itu, mendekati benar nampaknya. Meski bukan puasanya yang batal, tapi pahalanya yang batal. Lalu, yang terakhir, dalam beberapa penelitian seperti salah satunya yang ada dalam buku Komunikasi Lintas Budaya karya Prof. Dedy Mulyana, menyebutkan jika di Bulan Ramdahan terlihat banyak sekali orang yang berubah menjadi lebih baik -semoga istiqomah-, tapi benarkah hal tersebut saat ini masih terjadi? Atau justru malah makin banyak orang yang justru memanfaatkan Ramadhan sebagai ajang untuk mencari simpati besar-besaran yang ujung-ujungnya malah menimbulkan tindak kejahatan? Ini juga harus diwaspadai, karena selain banyak orang yang memperbaiki diri banyak juga orang yang memperkaya diri dengan kasus penipuan yang mengatasnamakan Kemanusiaan, atau hadiah Ramdhan, dan banyak lagi. Jadi semoaga artikel ini dapat membantu dalam memahami kembali tentang Ramadhan dan sikap kita dalam memaknai dan juga menjalankannya. (Nia Yuniati)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X