• Senin, 27 Juni 2022

Ibadah Puasa Ada Sejak Kehidupan Umat Terdahulu

- Kamis, 16 Mei 2019 | 17:57 WIB
saum ramadhan jaman dulu
saum ramadhan jaman dulu

ibadah  puasa merupakan syariat ibadah yang bukan hanya dikerjakan oleh umat Nabi Muhammad saja.  Namun sejarah puasa sejatinya telah ada sejak kehidupan umat terdahulu, jauh sebelum umat muslim Nabi Muhammad memulai perjalanan kehidupannya. Salah satu kisah puasa nabi dan umat terdahulu yaitu puasa manusia pertama Nabi Adam. Menurut Ibnu Katsir, Nabi Adam berpuasa selama 3 hari setiap bulannya. Dalam riwayat lain juga dikatakan bahwa bapa umat manusia itu berpuasa setiap tanggal 10 Muharram. Selain itu, ada pula kisah puasa Nabi Daud. Puasanya dilakukan sepanjang tahun dengan cara bergantian hari. Maksudnya, sehari berpuasa sehari tidak. Dan masih banyak kisah puasa lainnya yang dikerjakan oleh umat terdahulu sebelum Rasulullah Muhammad.

Sejarah Puasa Umat Nabi Muhammad

-
Sebelum Allah SWT memerintahkan umat muslim Nabi Muhammad untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, Nabi Muhammad dan umatnya berpuasa setiap tanggal 10 Muharram (puasa asy syura) dan berpuasa selama 3 hari setiap bulannya (puasa ayyamul bidh). Qais Sharmah Al Anshary dan Umar Bin Khattab juga sempat melaksanakan puasa atau shaum wishol. Shaum wishol adalah shaum yang dilakukan selama satu hari satu malam tanpa jeda untuk berbuka. Allah pun menghentikan pelaksanaan shaum wishol itu dengan turunnya perintah puasa Ramadhan beserta syariat atau aturannya dalam Al Quran. Sebagaimana Al Quran yang Allah turunkan sebagai penyempurna dari kitab-kitab yang turun sebelumnya, ibadah puasa yang disyariatkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya pun menjadi ibadah yang disempurnakan dari puasa umat-umat terdahulu. Yaitu puasa yang dikerjakan pada bulan Ramadhan selama 30 hari seperti yang kita kerjakan saat ini. Perintah puasa Ramadhan turun bersamaan dengan perintah shalat ied, zakat fitrah, dan kurban, yakni pada tahun 2 Hijriyyah. Setelah itu, barulah Pelaksanaan puasa Ramadhan dikerjakan pertama kalinya oleh Nabi Muhammad dan umatnya saat itu. Bahkan hingga kepada umat Nabi Muhammad saat ini.

Syariat Puasa Umat Nabi Muhammad

-
Aturan atau syariat puasa Ramadhan terdapat dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 187, yang isinya: أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. Demikian Allah menetapkan aturannya untuk meringankan umat manusia. Kalau kamu berpuasa seperti dalam sejarah puasa umat terdahulu, yaitu umat sebelum Nabi Muhammad, apa kamu sanggup? May be no, karena syariat puasa Ramadhan ini merupakan syariat puasa paling ringan dari puasa puasa lainya, tapi kamu masih sering tergoda apalagi puasa seperti umat-umat sebelumnya. (Ires)

Ngaderes.com

-

Alamat : Jalan Taman Saturnus 1 No.37, Bandung Telpon : ‎+62 22 87314168

Editor: Administrator

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X