• Senin, 27 Juni 2022

Ramadhan, Dosa Hangus Terbakar Amal Soleh

- Kamis, 16 Mei 2019 | 15:00 WIB
definisi bulan ramadhan
definisi bulan ramadhan

Apa  yang paling terasa berbeda saat bulan Ramadhan? Mungkin setiap orang merasakan ke khas-an tersendiri dalam menjalani ibadah puasa di bulan suci ini. Bulan Ramadhan adalah bulan agung di antara bulan lain yang ada karena keutamaannya, yaitu bulan yang penuh ampunan dan pahala. Apa yang menyebabkan bulan Ramadhan begitu spesial? Jika dilihat dari makna asal katanya, Ramadhan berasal dari kata atau ar-ramaḍ, yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan. Sedangkan secara makna, Ramadhan bisa diartikan terbakar karna kepanasan. Perhitungan Bulan Ramadhan pada zaman Rasul, yang dipakai untuk menentukan jatuhnya tanggal Ramadhan berasal dari perhitungan orang – orang Babilonia. Mereka menggunakan perhitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus. Bulan Ramadhan jatuh pada bulan ke sembilan yang selalu jatuh pada musim panas yang menyengat. Barangkali ini menjadi salah satu alasan mengapa bulan Ramadhan dikatakan bulan yang panas hingga terbakar. Namun, setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Dengan perubahan iklim dan cuaca, di Indonesia sendiri, bulan Ramadhan yang jatuh pada musim panas menjadi tidak stabil kondisinya. Karena bisa jadi pada saat musim panas hujan tetap turun, dan bulan Ramadhan yang harusnya panas justru malah menjadi adem. Orang lebih memahami 'panas'nya Ramadan secara kiasan. Definisi Ramadhan bermakna kiasan, terbakarnya dosa – dosa karena arti panasnya adalah kiasan. Di bulan Ramadhan, Allah melebihkan dan melipatgandakan setiap amal yang diperbuat oleh manusia. Maka tak heran jika semakin banyak amal soleh yang kita kerjakan maka besar pula pahala yang didapatkan. Siapa yang tidak ingin, puasanya menghapus dosa? Lalu, puasa seperti apa yang pahalanya mampu menghanguskan dosa hingga tak bersisa? Yakni, puasanya orang yang berpuasa dengan bekal ilmu yang mumpuni hingga penunaian ibadah puasanya sesuai dengan yang Allah perintahkan. Betul – betul kita menjalani puasa dengan ilmu dan penunaian ibadah yang benar dihadapan Allah. Idealnya, bulan Ramadhan bulan memetik hasil, bukan bulan memulai untuk belajar agar pahala yang didapat maksimal hingga bisa menghanguskan dosa – dosa kita. Maka di bulan Ramadhan selanjutnya, kita perlu mempersiapkan dengan mantap kedatangan bulan Ramadhan beberpa bulan sebelumnya. Jika begitu spesialnya bulan Ramadhan dan begitu  besar keuntungan yang bisa kita dapatkan, akankah puasa kita berlalu begitu saja  apalagi hanya sebagai rutinitas?

Ngaderes.com

-

Alamat : Jalan Taman Saturnus Raya No.35, Bandung Telpon : ‎+62 22 87314168

Editor: Administrator

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X