• Senin, 27 Juni 2022

Jangan Lewatkan! Tiga Poin Penting Puasa Ramadhan

- Kamis, 9 Mei 2019 | 17:25 WIB
Banner-Image
Banner-Image

Ramadhan sudah berlalu empat hari. Ini hari kelima kita menjalankan shaum Ramadhan di tahun 2019. Sayangnya, masih ada sebagian orang yang bertanya-tanya tentang alasan pelaksanaan shaum Ramadhan. Ketidaktahuan ini membuat mereka tidak dapat merasakan ruhnya shaum Ramadhan, kecuali hanya lapar dan dahaga. Dalam surat Al-Baqarah ayat 183, Allah berfirman, yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana kaum-kaum sebelummu agar kamu bertakwa”. Saat mendengar ayat tersebut, maka ada tiga poin penting yang dibahas. Pertama, siapa yang diseru, yang kedua, perintah kepada yang diseru, yang ketiga, tujuan bagi yang diseru.

Siapa yang diseru?

Dalam ayat di atas dapat dilihat bahwa yang diseru untuk menjalankan shaum Ramadhan adalah orang mukmin, bukan manusia seluruhnya. Maka, bagi manusia yang merasa dirinya percaya bahwa Tuhannya ialah Allah, adanya malaikat-malaikat Allah, adanya kitab-kitab Allah, adanya Nabi-Nabi Allah, adanya qodho dan qodar, serta adanya hari kiamat, sejatinya mau diseru atau mau dipanggil oleh Allah. Saat kita ingin diakui keimanan kita oleh Allah, panggilan itu harus didatangi dengan tunduk. Maksudnya, orang mukmin seolah berkata “Ya Allah, ada apakah Engkau memanggil kami?”. Saat orang yang saat diseru tidak memenuhi seruan itu, berarti dia tidak merasa dirinya beriman, atau dia tidak mengakui bahwa adanya rukun iman. Dengan demikian, modal untuk menjalankan perintah itu ialah keimanan. Dalam sebuah hadits disebutkan, Dari Abu Hurairah, ia berkata, مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760). Dengan iman, orang bisa menjalankan perintah apapun dengan baik dan penuh ketaatan. Hal itu dikarenakan iman menurut ulama, memiliki tiga syarat. Pertama, membenarkan dengan hati, kedua mengucapkan dengan lisan, ketiga menjalankan  dengan perbuatan. Saat orang sudah yakin hatinya, maka dia akan memenuhi seruan dari yang dia imani. Jadi saat ada orang yang merasa beriman, tetapi tidak memenuhi panggilan-Nya, maka dipertanyakan keimanannya.

Apa perintah kepada yang diseru?

Perintah yang diseru kepada orang mukmin ialah melaksanakan shaum. Dalam surat Al-Baqarah ayat 183 ini, shaum yang wajib adalah shaum Ramadhan. Shaum artinya imsak, menahan diri. Secara istilah agama, shaum berarti menahan diri dari makan, minum, berhubungan suami istri dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan mengharap ridha Allah. Tidak ada alasan bagi orang mukmin untuk tidak menjalankan shaum. Begitupun jika kita merasa kita orang muslim, maka dipertanyakan keislaman kita saat kita tidak menjalankan perintah shaum Ramadhan, karena shaum Ramadhan termasuk dalam rukun islam yang lima, yang wajib dijalankan. Kecuali bagi orang-orang yang diberi keringanan oleh Allah, seperti sakit parah atau safar (dalam perjalanan) serta yang dilarang shaum dan mesti mengganti di hari-hari lain, seperti sakit biasa, safar (dalam perjalanan), haid dan nifas. Kita sebagai mukmin tidak perlu merasa berat, karena syari’at shaum telah dilaksankan tidak hanya sejak zaman Nabi Muhammad, tetapi juga sejak zaman Nabi Adam. Semua pengikutnya telah menjalankan shaum. Bahkan pada zaman Nabi Muhammad, beberapa perang besar  terjadi saat umat Rasulullah sedang melaksanakan shaum Ramadhan.

Tujuan apa yang harus dikejar bagi oleh orang yang diseru?

Allah memiliki sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dia ingin hamba-Nya selamat dunia dan akhirat. Maka, setiap perintah diberikan dengan hikmah dan tujuan yang akan membuat hamba-Nya selamat. Begitu pula dengan perintah shaum. Allah menyeru manusia mukmin untuk melaksanakan shaum dengan tujuan agar mereka menjadi bertakwa. Takwa berasal dari bahasa Arab, waqo – yaqi – wiqoyah, artinya menjaga diri, menghindar dan menjauhi. Adapun pengertian takwa secara terminologi, takwa adalah takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta takut terjerumus dalam perbuatan dosa. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang mukmin dan muslim di ‘pandangan’ Allah. Dengan berupaya menjalankan shaum Ramadhan berbekal iman dan berupaya meraih tujuan takwa dan semoga kita meninggal dengan husnul khatimah. Aamiin. Endah Istiqomah Apriliani, M.Hum. (Pendidik) https://www.youtube.com/watch?v=6EUYIk-P6rA

Ngaderes.com

-

Alamat : Jalan Taman Saturnus Raya No.35, Bandung Telpon : ‎+62 22 87314168

Editor: Administrator

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X