• Senin, 27 Juni 2022

Apa Makna Ramadhanmu?

- Senin, 6 Mei 2019 | 13:54 WIB
ramadhan penuh ilmu
ramadhan penuh ilmu

Marhaban Ya Ramadhan. Ramadhan kembali tiba. Bulan yang diagungkan di antara bulan lainnya. Ramadhan adalah bulan dimana seluruh umat Islam di seluruh dunia menjalan ibadah puasa (shaum). Setiap orang memaknai Ramadhan dengan caranya sendiri. Seseorang dapat menganggap Ramadhan sebagai bulan untuk mendapatkan banyak pahala, tapi ada puia yang menganggap Ramadhan adalah momen untuk meraih banyak keuntungan. Karena seperti yang telah banyak terjadi, berbagai macam tren maupun harga barang melonjak pada bulan Ramadhan. Tapi, sebenarnya apakah Ramadhan itu? Benarkah Ramadhan hanya sebatas bulan istimewa yang akan berlalu seperti bulan-bulan lainnya? Cukupkah memaknai Ramadhan sebagai bulan yang memberi banyak manfaat? Yuk kita bahas bersama!

Ramadhan adalah bulan perjuangan yang perlu bekal.

-
Ramadhan punya banyak keutamaan di banding bulan lainnya.  Salah satunya adalah dilipatgandakannya setiap amal. Bayangkan betapa banyak pahaa yang bisa didapatkan jika setiap kebaikan dan ibadah dilakukan? Ditambah dengan nilai bulan Ramadhan yang setara dengan sepuluh bulan. Pahala yang diberikan Allah tidak akan sama dengan pahaa yang diberikan pada sepuluh bulan lainnya. Semaki baik amalnya, maka akan semakin diipatgandakan pahalanya. Akan sangat disayangkan jika kita tidak berusaha untuk memperoleh banyaknya pahala dan rahmat Allah dengan amal-amal terbaik kita. Begitu Maha Adilnya Allah, jika amal yang dilakukan belum yang terbaik, maka pahala yang didapatnya pun belum yang terbaik. Nah, untuk melakukan amal-amal terbaik itu, diperlukan persiapan agar amal itu bisa sempurna dan kita mendapatkan pahala yang maksimal. Persiapan itu dapat dilakukan pada buan-bulan sebelumnya, agar ketika Ramadhan tiba kita sudah siap melaksanakan amal-mal terbaik di dalamnya. Itulah sebenar-benarnya makna Marhaban Ya Ramadhan (Selamat datang Ramadhan).

Ramadhan adalah bulan memetik hasil atau pahala

-
Sebagian besar, masyarakat mengisi Ramadhan dengan banyak menimba ilmu agama. Namun sebetulnya, Ramadhan adalah waktu memanen ria amal soleh. Sedangkan waktu untuk persiapan Allah sudah memberikan waktu di bulan Rajab dan Syaban. Tak heran, jika di dua bulan itu Rasul Muhammad SAW memperbanyak shaum dalam rangka latihan menyambut bulan Ramadhan. Kedatangan bulan ramadhan diibaratkan kedatangan tamu agung (tarhib). Barangsiapa yang kedatangan tamu agung, maka tuan rumah akan betul-betul mempersiapkan segala sesuatunya.Bahkan sikap dan tindakan para shahabat berkenan dengan datangnya ramadhan adalah dengan mempersiapkan 6 bulan sebelumnya. Jelas bahwa, Ramadhan bukan waktu untuk menimba ilmu. Tidak salah memang, namun alangkah lebih baiknya jika kita menyiapkan datangnya bulan Ramadhan di bulan – bulan sebelumnya. Kita sudah mempersiapkan bekal dan ilmu berkaitan dengan amal – amal di bulan Ramadhan. Memahami ramadhan sebetulnya harus kita persiapkan sejak dini. Bagaimana orang mau memanen amal, jika baru belajar ilmunya saat bulan Ramadhan.

Shaum di bulan Ramadhan adalah perintah Allah agar menjadi orang yang bertakwa.

-
Shaum atau puasa yang kita jalankan perlu kita maknai sebagai bagian dari bentuk ketaatan kita kepada perintah Allah. Kita menjalankan shaum pada bulan Ramadhan tidak lain hanya karna perintah Allah semata, bukan atas dasar motif lainnya. Misalnya motif kebiasaan, yang sudah tertanam sejak kecil. Perlu disadari benar jika kita melakukan ibadah puasa sebagai bukti ketaatan kita menjalankan perintah Allah. Dan hal ini perlu diniatkan sedari awal agar shaum kita merupakan bagaian dari rangkaian memperjalankan perintah Allah untuk menjadi orang yang lebih bertaqwa. Dengan begitu, ibadah puasa pun bisa lebih bernilai sekaligus menjadi amal terbaik kita. Sebagaimana yang tercantum dalam Quran Surat Al Baqarah; ayat 183, yang artinya: Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang –orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Demikian Allah perintahkan kita agar berpuasa pada bulan Ramadhan dan menjalankan keutamaan perintah lainnya yang melekat pada bulan Ramadhan.  Misalnya menunaikan solat tarawih, solat sunat lainnya, zakat, infak dan sedekah. Setiap hal yang kita lakukan, haruslah memiliki tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan itu, perlu diketahui pula makna hal yang kita lakukan. Bukannya membiarkan diri kita melakukan sesuatu tanpa tujuan dan tanpa mengerti serta memahami apa yang kita lakukan. Begitu pula bulan Ramadhan ini. Bulan yang seharusnya memberi dampak besar bagi tujuan hidup kita. Jadi, apakah makna Ramadhan bagimu?

Ngaderes.com

-

Alamat : Jalan Taman Saturnus Raya No.35, Bandung Telpon : ‎+62 22 87314168

Editor: Administrator

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X