doa
Foto : pixabay.com

Ngaderes.com Sebagai orang yang beriman, kita pasti tahu arti penting sebuah doa bagi kehidupan kita. Doa adalah senjata orang beriman. Apa yang diingkan dan diharapkan akan tercapai jika kita selalu berdoa. Namun, kenapa masih banyak orang-orang yang meragukan doa? Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa dirinya sudah terlalu sering berdoa, tetapi tetap tidak mendapatkan apa yang diinginkan atau diharapkan.

Ada pendapat yang menurut kami sangat bagus untuk dijadikan sebagai bahan renungan dan motivasi. Pendapat dari pakar motivasi hidup yang sudah kita kenal, yaitu Mario Teguh. Dalam vlognya yang berjudul “Mengapa Harus Mengulang Doa”, Dia mengungkapkan bahwa doa waktu diberangkatkan itu lebih penting waktu berangkatnya, berangkat darimana, dan bagaimana cara berangkatnya, daripada kepada siapa doa itu ditujukan. Semua doa itu diberangkatkan dan dinaikkan menuju Tuhan. Tetapi sebenarnya doa tersebut lebih penting didengar oleh orang yang berdoa daripada didengar oleh Tuhan. Mengapa?

Karena kita semua tahu bahwa Tuhan itu Maha Mendengar, Maha kaya, kekuasaan-Nya tidak terbatas, bahkan kesegeraan-Nya dalam mengabulkan doa pun tidak diragukan lagi. Hanya kita sendiri yang merasa bahwa Tuhan tidak segera dalam mengabulkan doa. Doa lebih penting didengar oleh si pendoa daripada oleh Tuhan karena Tuhan pasti sudah lebih dulu tahu sebelum kita memanjatkan doa kepada-Nya. Lalu, kenapa doa harus terus diulang?

Doa yang terus diulang akan memicu semangat si pendoa untuk mewujudkan doa-doanya. Dia akan terus teringat kepada doa-doanya itu dan akan muncul suatu ikhtiar atau usaha. Contohnya, ketika kita terus berdoa agar Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, maka kita pun akan terus teringat dengan doa-doa itu dan akan senantiasa berusaha untuk menjaga kesehatan. Makanya, kenapa muncul juga pernyataan bahwa doa dan ikhtiar itu akan terus bersandingan. Sebab memang begitulah makna doa. Selain sebagai bukti penghambaan kita kepada Tuhan, doa juga berfungsi sebagai pengingat agar senantiasa menjadi orang yang lebih baik. Sebagaimana firman-Nya di dalam Al-Quran, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11)

Penulis : @roseriska

Editor: Atun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here