Ngaderes.com – Indonesia kala itu, belum mengenal nama Indonesia. Bumi Indonesia mereka sebut Hindia Belanda, sebab Indonesia tengah dijajah Belanda.

Perjuangan militer melawan penjajah Belanda sempat dilakukan rakyat Indonesia. Namun persenjataan yang dimiliki rakyat saat itu tidak mampu mengalahkan persenjataan penjajah Belanda.

Tak hilang akal, rakyat Indonesia pun beralih strategi untuk bisa merdeka dari penjajah Belanda. Yaitu perjuangan melalui jalur pendidikan. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya organisasi Jamiat Kheir (1901), Budi Utomo (1908), Muhammadiyyah (1912), Persatuan Islam (1923), Nahdatul Ulama (1926) dan organisasi pendidikan lainnya.

Saat itu, organisasi masyarakat berbasis islam lebih mendominasi. Sebab Islam menjadi satu-satunya kesamaan yang bisa mengikat persatuan rakyat Indonesia kala itu, bahkan mungkin hingga saat ini. Mengingat Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

Peperangan Tak Kasat Mata

Jika sebelumnya peperangan antara rakyat Indonesia dan penjajah Belanda dalam meraih kemerdekaannya bisa disaksikan mata, berbeda dengan peperangan yang terjadi di awal abad ke-20. Peperangan tak kasat mata lah yang terjadi. Yakni peperangan di jalur ekonomi, pendidikan dan politik.

Untuk menyaingi ekonomi penjajah Belanda yang saat itu menguasai Indonesia, Sarekat Dagang Islam (SDI) yang lahir di tahun 1905 hadir agar bisa mengalahkan Belanda di bidang ekonomi. Tak henti sampai situ, perjuangan di bidang politik juga dilakukan oleh SDI yang berganti nama menjadi Sarekat Islam (SI).

Kelahiran berbagai ormas menjadi pemantik semangat juang untuk merdeka menjadi lebih menyala di kalangan rakyat Indonesia, tak terkecuali di kalangan para pemuda.

Muncul Organisasi Kepemudaan setelah Organisasi Masyarakat

Tak lama setelah munculnya organisasi-organisasi kemasyarakatan yang lambat laun mempersatukan rakyat Indonesia dari berbagai aspek, baik dari segi ekonomi, pendidikan dan politik, turut lahir organisasi-organisasi kepemudaan.

Diantara organisasi kepemudaan yang muncul pada saat itu adalah Jong Java, Jong Soematranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Roekoen, dan Pemuda Kaoem Betawi.

Kemunculan organisasi kepemudaan ini, menunjukan adanya semangat untuk merdeka di kalangan pemuda. Tentunya kemunculan organisasi kepemudaan ini tidak terlepas dari bimbingan tokoh-tokoh yang terlibat dalam pergerakan kemerdekaan di organisasi masyarakat yang sudah terbentuk.

Oleh: Ires

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here