Isra Mi'raj
Sumber : Freepik.com

Sejarah – Tuhan Allah menyampaikan sebuah kisah perjalanan manusia yang fenomenal sepanjang masa. Kisahnya diabadikan dalam Al Quran surat Al Isra ayat 1. Kisah ini sering kita dengar dan dikenal dengan Isra Mi’raj.

Allah sebagai dzat yang menjadi aktor utama kisah fenomenal ini menuturkan kisahnya sendiri. Bahwa malam itu, Allah telah memperjalankan seorang hambanya bernama Nabi Muhammad. Perjalan yang dilakukan Nabi Muhammad berawal dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem. Inilah yang disebut Isra.

Bab Isra

Jadi, perlu dipahami bersama bahwa Isra yang merupakan bahasa Arab, jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti ‘berjalan di malam hari’. Oleh karena itu, perjalanan malam hari Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dalam satu malam saja disebut Isra. Tentang berapa lama waktu yang ditempuh dalam perjalanan tersebut, belum ada informasi yang valid. Info yang banyak tersebar adalah keterangan satu malam.

Jika hari ini kita melakukan perjalanan normal dari dan tujuan yang sama menggunakan kendaraan tercanggih yang ada, pesawat, mungkinkan perjalanan ini bisa ditempuh hanya dengan satu malam saja?

Kendaraan yang digunakan Nabi Muhammad saat itu, bukanlah pesawat seperti yang bisa kita lihat saat ini. Tapi tentunya, kendaraan yang lebih canggih dari itu. Sebuah kendaraan yang bisa digunakan untuk ukuran perjalanan ribuan kilometer dengan kecepatan ekstra.

Inilah salah satu indikator, mengapa kisah Isra Mi’raj menjadi kisah ter-fenomenal sepanjang masa. Sebab, kendaraan yang digunakan dalam perjalanan ini bukan kendaraan biasa. Bukan unta, bukan keledai, bukan pula kuda, sebagai kendaraan yang umum digunakan pada masa itu.

“Allah mendatangkan Buraq padaku. Buraq itu adalah seekor hewan yang berwarna putih, tubuhnya lebih tinggi dari keledai, tetapi lebih rendah dari begal. Dia (Buraq) meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan penglihatannya,” tutur Nabi Muhammad menjelaskan kendaraan yang ia gunakan dalam perjalanan malam itu. (Dikutip dari sebuah hadist dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir)

Sampai di Masjidil Aqsha

Singkat cerita, kendaraan yang dikendarai Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril yang menemani perjalanan malamnya tiba di Masjidil Aqsa. Lalu Nabi Muhammad menambatkan hewan yang menjadi kendaraannya malam itu di lingkaran tempat para nabi biasa menambatkan hewan tunggangannya.

“Aku mema¬≠suki Masjidil Aqsha dan melakukan salat dua rakaat di dalamnya, sesudah itu aku keluar,” kata Nabi Muhammad saat menceritakan perjalanan malamnya. (Dikutip dari sebuah hadist dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir)

Bersambung

Penulis: Isyfa
Editor: Dita FA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here