Ilmu Kalam
Foto: Pixabay.com

Ngaderes.com – Pencarian yang paling serius manusia sepanjang sejarah adalah pencarian Tuhan atau mencari eksistensi Tuhan. Mencari eksistensi Tuhan yang bisa benar-benar dikenal sehingga akan bisa disembah dan dicintai dengan benar.

Konsep Tuhan pada semua agama adalah sama, bahwa Dia adalah pencipta seluruh alam, mengatur segalanya. Dia adalah pemilik kekuatan Maha Dahsyat, kekuatan super diluar kemampuan manusia.

Seluruh manusia tanpa kecuali menyadari ada sesuatu di luar dirinya yang mempunyai kekuatan luar biasa, kekuatan itu kemudian disebut Tuhan. Teologi atau pengetahuan tentang Tuhan dalam Islam, lantas dipelajari dalam cabang ilmu Kalam.

Kalam biasa didefinisikan sebagai ilmu yang memproduksi argumen-argumen pertahanan kebenaran iman.Iman tentu saja memiliki standar kebenarannya sendiri, yang berbeda dengan ilmu dan filsafat.

Percaya Ada Tuhan, Lanjut Kenalan

Seseorang beriman kadang tak membutuhkan kesahihan rasional, atau kejelasan bukti. Iman seperti cinta, tak bisa dipahami namun dialami semua orang. Justru pada titik ia bisa terjadi pada semua orang ini, kebenaran iman menjadi menarik untuk dibicarakan sepanjang peradaban manusia. Juga pada saat orang menolak kebenaran iman, ia justru menunjukkan susahnya menolak iman.

Bagaimana mungkin kita bisa jatuh cinta pada sosok abstrak yang tidak dikenal sama sekali, pada sosok yang konon kabarnya berada di langit sana. Karena meyakini Tuhan berada di langit barangkali yang menyebabkan manusia setiap berdoa wajahnya memandang ke atas.

Tidak mungkin manusia yang tercipta bisa sampai kepada Sang Pencipta, tidak mungkin manusia yang baharu sampai kepada Allah yang Maha Qadim (adanya Tuhan lebih dulu dari manusia), kecuali lewat bimbingan para Nabi dan Para Wali yang diberi ilmu oleh Allah untuk membimbing manusia kejalan-Nya.

Tujuan Tuhan menurunkan agama tidak lain agar manusia bisa mengenal dan berkomunikasi sempurna dengan Allah, sehingga manusia mengetahui dengan pasti apa sebenarnya yang dikehendaki Tuhan kepada dirinya.

Satu hal yang harus dipahami bahwa ibadah, shalat dan lain-lain bukanlah sarana untuk mengenal Allah. Ibadah adalah sarana untuk menyembah-Nya, tentu saja untuk bisa menyembah terlebih dahulu kita harus mengenal yang kita sembah agar penyembahan kita tidak keliru.

Penulis: Muhammad Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here