• Rabu, 7 Desember 2022

MH Thamrin, Pahlawan dari Betawi

- Kamis, 11 November 2021 | 00:47 WIB
20211111_005704
20211111_005704

Histori - Buat anda yang sering ke Jakarta atau bahkan tinggal di Jakarta, tentunya tidak akan asing dengan nama Husni Thamrin atau Mohammad Husni Thamrin atau MH Thamrin. Beliau merupakan salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia yang namanya dijadikan nama jalan di daerah Jakarta Pusat. Mohammad Husni Thamrin adalah seorang putra Betawi yang lahir di daerah Sawah Besar, 16 Februari 1984. Beliau sering dipanggil Mat Seni. Mat merupakan singkatan dari Mohammad dan Seni merupakan singkatan dari Husni. Thamrin memiliki ayah yang menjabat sebagai Wedana, yaitu pembantu Bupati yang membawahi beberapa orang Camat. Sebagai anak dari seseorang yang berkecimpung dalam pemerintahan, Thamrin berkesempatan untuk sekolah sampai tingkat tinggi, yang mana saat itu tidak semua orang mendapat fasilitas pendidikan seperti yang ia miliki.

Sejak Muda, MH Thamrin Ingin Perbaiki Nasib Bangsa

Keinginan untuk berjuang memperbaiki nasib masyarakat pribumi muncul ketika Thamrin yang setiap pulang sekolah selalu melewati kampung-kampung masyarakat yang kumuh. Semasa sekolah, Thamrin sudah tertarik pada politik dan sering berkumpul dengan pemuda dari berbagai perkumpulan yang berjuang untuk kemerdekaan. Saat berumur 25 tahun Thamrin menjadi anggota Gemeenteraad Batavia atau Dewan Kotapraja Betawi pada tahun 1919. Di sinilah Thamrin memperjuangkan kehidupan masyarakat pribumi. Thamrin membangun sekolah, sarana kesehatan, kanal untuk mencegah banjir di sungai Ciliwung, dan memasang penerangan jalan. Thamrin diangkat menjadi Ketua Organisasi Kumpulan Kaum Betawi pada tahun 1923. Organisasi ini bertujuan untuk memajukan perdagangan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Atas keberhasilannya ini, Thamrin diangkat menjadi Wakil Walikota Batavia.

Peran MH Thamrin untuk Kemerdekaan Indonesia

Pada 1927 Mohammad Husni Thamrin diangkat sebagai anggota Volksraad, semacam dewan perwakilan rakyat Hindia Belanda. Saat berada di dewan perwakilan rakyat, Thamrin merupakan orang yang kooperatif dengan pemerintah Belanda karena pada dasarnya perjuangan yang kooperatif dan non-kooperatif memiliki tujuan yang sama, yaitu merdeka. Pada 6 Januari 1941 Thamrin dicurigai atas kegiatannya dan dijadikan tahanan rumah dengan tuduhan tidak setia kepada Belanda dan bersekutu dengan Jepang. Bahkan, teman-teman Thamrin tidak diizinkan untuk menjenguknya ketika sakit. Beliau pun wafat pada 10 Januari 1941 di kediamannya dan dimakamkan di Pemakaman Karet, Jakarta. Pada 28 Juni 1960, berdasarkan Keppres No.175/1960, pemerintah Indonesia menobatkan Mohammad Husni Thamrin sebagai pahlawan. Penulis: M. Rizki Alfaridzi/Internship Editor: Siti Nurjanah/Internship

Editor: Redaksi

Terkini

Menelusuri Jejak Prasejarah di De Tjolomadoe

Rabu, 5 Oktober 2022 | 12:00 WIB

Transformasi Batavia Menjadi DKI Jakarta

Senin, 12 September 2022 | 12:00 WIB

Ini Ternyata Asal Usul Nama Gedung Sate

Kamis, 8 September 2022 | 12:00 WIB

Eksotika Klasik-Modern Stasiun Solo Balapan

Jumat, 26 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Sejarah Panjang Monumen Pers Nasional, Yuk Simak!

Selasa, 23 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Kisah Heroik Nusaibah binti Kaab di Perang Uhud

Kamis, 21 April 2022 | 10:00 WIB

Mengenal KH Hasyim Asy’ari, Tokoh Pendiri NU

Senin, 31 Januari 2022 | 17:00 WIB

Harlah NU 31 Januari, Sejarahnya Bikin Merinding

Sabtu, 29 Januari 2022 | 07:03 WIB

Terpopuler

X