• Kamis, 7 Juli 2022

Indonesia dan Organisasi Masyarakat

- Selasa, 29 Oktober 2019 | 01:06 WIB
kepalan-tangan
kepalan-tangan

Ngaderes.com - Indonesia kala itu, belum mengenal nama Indonesia. Bumi Indonesia mereka sebut Hindia Belanda, sebab Indonesia tengah dijajah Belanda. Perjuangan militer melawan penjajah Belanda sempat dilakukan rakyat Indonesia. Namun persenjataan yang dimiliki rakyat saat itu tidak mampu mengalahkan persenjataan penjajah Belanda. Tak hilang akal, rakyat Indonesia pun beralih strategi untuk bisa merdeka dari penjajah Belanda. Yaitu perjuangan melalui jalur pendidikan. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya organisasi Jamiat Kheir (1901), Budi Utomo (1908), Muhammadiyyah (1912), Persatuan Islam (1923), Nahdatul Ulama (1926) dan organisasi pendidikan lainnya. Saat itu, organisasi masyarakat berbasis islam lebih mendominasi. Sebab Islam menjadi satu-satunya kesamaan yang bisa mengikat persatuan rakyat Indonesia kala itu, bahkan mungkin hingga saat ini. Mengingat Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Peperangan Tak Kasat Mata Jika sebelumnya peperangan antara rakyat Indonesia dan penjajah Belanda dalam meraih kemerdekaannya bisa disaksikan mata, berbeda dengan peperangan yang terjadi di awal abad ke-20. Peperangan tak kasat mata lah yang terjadi. Yakni peperangan di jalur ekonomi, pendidikan dan politik. Untuk menyaingi ekonomi penjajah Belanda yang saat itu menguasai Indonesia, Sarekat Dagang Islam (SDI) yang lahir di tahun 1905 hadir agar bisa mengalahkan Belanda di bidang ekonomi. Tak henti sampai situ, perjuangan di bidang politik juga dilakukan oleh SDI yang berganti nama menjadi Sarekat Islam (SI). Kelahiran berbagai ormas menjadi pemantik semangat juang untuk merdeka menjadi lebih menyala di kalangan rakyat Indonesia, tak terkecuali di kalangan para pemuda. Muncul Organisasi Kepemudaan setelah Organisasi Masyarakat Tak lama setelah munculnya organisasi-organisasi kemasyarakatan yang lambat laun mempersatukan rakyat Indonesia dari berbagai aspek, baik dari segi ekonomi, pendidikan dan politik, turut lahir organisasi-organisasi kepemudaan. Diantara organisasi kepemudaan yang muncul pada saat itu adalah Jong Java, Jong Soematranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Roekoen, dan Pemuda Kaoem Betawi. Kemunculan organisasi kepemudaan ini, menunjukan adanya semangat untuk merdeka di kalangan pemuda. Tentunya kemunculan organisasi kepemudaan ini tidak terlepas dari bimbingan tokoh-tokoh yang terlibat dalam pergerakan kemerdekaan di organisasi masyarakat yang sudah terbentuk. Oleh: Ires

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Kisah Heroik Nusaibah binti Kaab di Perang Uhud

Kamis, 21 April 2022 | 10:00 WIB

Mengenal KH Hasyim Asy’ari, Tokoh Pendiri NU

Senin, 31 Januari 2022 | 17:00 WIB

Harlah NU 31 Januari, Sejarahnya Bikin Merinding

Sabtu, 29 Januari 2022 | 07:03 WIB

5 Rekomendasi Tempat Wisata Sejarah di Jakarta

Jumat, 28 Januari 2022 | 07:57 WIB

Fakta dan Sejarah Spirit Doll

Selasa, 25 Januari 2022 | 09:40 WIB

Tentang Pesantren: Dari Definisi dan Sejarahnya

Senin, 10 Januari 2022 | 08:59 WIB

Sejarah Hari Ibu, Penuh Perjuangan Untuk Merayakannya

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:28 WIB
X