• Rabu, 17 Agustus 2022

Panorama Gunung Indah yang Mengesankan di Kintamani Bali

- Jumat, 22 Juli 2022 | 12:25 WIB
Panorama Gunung Indah yang Mengesankan di Kintamani Bali (Ilustrasi Canva)
Panorama Gunung Indah yang Mengesankan di Kintamani Bali (Ilustrasi Canva)

Sambil menyeruput kopi kintamani dan mencicipi gorengan hangat, kita bisa menyaksikan pemandangan tak biasa di depan mata, jajaran kabut menghampar seperti tumpukan kapas putih di udara. Kabut menutupi Danau Batur dari pandangan mata dan hanya menyisakan keangkuhan puncak Gunung Agung menemani Gunung Batur yang berkaldera kembar.

Pemandangan jajaran kabut itu terjadi sekitar 300--400 meter lebih rendah dari tempat kita duduk. Ini membuat kita seolah-olah sedang berada di sebuah negeri atas awan. Kabut akan perlahan menghilang seiring meningginya sinar mentari. Pemandangan pun berganti, menampilkan keindahan permukaan air Danau Batur yang jernih dan tenang seraya memantulkan cahaya matahari.

Keistimewaan peristiwa alam khas Kintamani itu menginspirasi pekerja seni Kurnaen Suhardiman menuangkannya menjadi sebuah film drama berjudul "Kabut di Kintamani". Film yang produksi pada 1972 itu dibintang WD Mochtar, Marlia Hardi, dan Alam Surawidjaja.

Objek Wisata Lainnya

Kintamani tak hanya dikenal sebagai daerah berselimut kabut. Bukan pula soal pesona danaunya yang terluas di Bali dan sumber air lahan pertanian di utara Pulau Dewata. Ataupun pesona gunung berkaldera seukuran 10 kmx13 km, salah satu terbesar di dunia. Kintamani juga punya Pura Ulun Danu Batur, tempat persembahyangan terpenting dan pemelihara harmoni dan stabilitas seluruh pulau.

Pura dibangun pertama kali abad ke-17 dan mewakili arah utara pulau. Keberadaan pura didedikasikan untuk Dewa Wisnu dan Dewi Danu, dewi lokal Danau Batur. Saat Gunung Batur meletus pada 1926, pura yang berada di barat daya gunung nyaris luluh lantak. Kemudian direlokasi ke lokasi sekarang ini yang posisinya lebih tinggi dan acap disinggahi kabut. Hanya tersisa meru atau menara persembahyangan bertingkat 11. Meru ini menjadi saksi bisu kebesaran pura dan tetap dipertahankan sampai hari ini.

Pura Ulun Danu Batur terdiri dari sembilan pura yang berbeda, yakni Pura Penataran Agung Batur, Pura Jati Penataran, Pura Tirta Bungkah, dan Pura Taman Sari. Kemudian ada Pura Tirta Mas Mampeh, Pura Sampian Wangi, Pura Gunarali, Pura Padang Sila, dan Pura Tuluk Biyu.

Kintamani dan Batur juga menyimpan kisah pelestarian budaya dari era Bali kuno yang dikenal sebagai Bali Aga. Adanya di Terunyan, satu dari 48 desa di Kintamani dan untuk mencapainya kita harus menyeberangi Danau Batur. Lalu apa budaya Bali Aga itu? Yaitu pemakaman warga yang wafat di sekitar Terunyan ini dan jasad mereka tidak dikubur. Melainkan diletakkan begitu saja pada sebuah pohon dan uniknya, tiap mayat yang ditinggalkan di sini tidak mengeluarkan bau.

Lokasi wisata penting lainnya adalah Museum Geopark Kintamani yang berada di kawasan Taman Wisata Alam Penelokan. Di atas lahan seluas satu hektare, berdiri beberapa bangunan dan tepat menghadap ke Gunung Batur dan Danau Batur. Bangunan utama sekilas didesain seperti limas dan mirip bentuk gunung api.

Saat selesai dibangun dan diresmikan pada 10 Mei 2007, namanya masih Museum Gunung Api Batur. Lalu namanya berubah menjadi Museum Geopark Batur pada 2014. Ini seiring ditetapkannya kawasan geologi seluas 370,5 km2 tersebut oleh Badan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai Taman Bumi (Geopark) Global, 20 September 2012.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Situ Bagendit yang Kini Tak Lagi Pelit

Sabtu, 23 Juli 2022 | 19:30 WIB

Telaga Ngebel, Wisata Alam Ponorogo Punya

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:15 WIB

Eksplor Momen Menarik di Jalan Braga

Rabu, 29 Juni 2022 | 12:00 WIB

4 Rekomendasi Film Indonesia Genre Islam

Rabu, 16 Februari 2022 | 19:58 WIB
X