• Kamis, 11 Agustus 2022

Panorama Gunung Indah yang Mengesankan di Kintamani Bali

- Jumat, 22 Juli 2022 | 12:25 WIB
Panorama Gunung Indah yang Mengesankan di Kintamani Bali (Ilustrasi Canva)
Panorama Gunung Indah yang Mengesankan di Kintamani Bali (Ilustrasi Canva)

ngaderes.com - Kintamani tak hanya dikenal sebagai daerah berselimut kabut. Bukan pula soal pesona danaunya yang terluas di Bali dan sumber air lahan pertanian di utara Pulau Dewata.

Melansir dari situs indonesia.go.id berikut review tentang Kintamani. Bali sebagai daerah tujuan utama pariwisata kelas dunia tidak hanya bercerita soal kemolekan pantai dan hijaunya alam serta pesona pemandangan sawah terasering yang diminati turis mancanegara.

Pulau seluas 5.780 kilometer persegi itu tidak hanya mengoleksi beragam karya seni dan budaya bernilai tinggi. Namun Bali juga punya daerah pegunungan berhawa sejuk pada ketinggian 1.200--1.900 meter di atas permukaan laut yang tak kalah memukaunya.

Namanya Kintamani, sebuah kecamatan seluas 366,92 km2 yang berada di Bangli, satu-satunya kabupaten yang tidak punya pantai atau laut. Lokasinya sekitar 60 km dari pusat kota Denpasar atau 1,5 jam perjalanan darat.

Kintamani didiami hampir 100 ribu jiwa dengan mata pencarian sebagai petani, jasa pariwisata, dan pegawai negeri sipil (PNS). Tak hanya dikenal dengan satwa endemik berupa anjing kintamani, daerah di utara Pulau Dewata itu juga punya sejarah yang menarik.

Mengutip penjelasan di website Pemerintah Kecamatan Kintamani, nama daerah itu sudah ada dalam Wrhaspati Tattwa. Ini adalah sebuah lontar tua berbahasa Sansekerta dan Jawa kuno terdiri dari 75 pasal atau sloka.

Kintamani berasal dari kata Cintamani, dalam sloka 65 disebut sebagai Asta Guna atau tempat yang dikehendaki. Lain lagi pendapat mendiang tokoh budaya dan sastra kuno setempat, I Nyoman Singgin Wikarman. Ia memperkirakan, Kintamani atau Cintamani dalam kitab Weda diartikan sebagai sesuatu yang dapat memberi kebahagiaan lahir dan batin.

Tak salah kiranya menggambarkan Kintamani sedemikian rupa, sebagai tempat yang susah dilupakan. Sebagai daerah di ketinggian, kabut tebal acap menyelimuti sebagian Kintamani sejak pagi hingga siang hari, utamanya pada Agustus hingga Maret. Kabut sangat tebal dapat terbentuk saat puncak musim hujan November--Februari.

Kalau ingin merasakan sensasi menikmati kabut tadi, datanglah sebelum jam 7.00 Wita. Silakan langsung mencari persinggahan di kedai-kedai makan atau warung kopi modern di sepanjang Jalan Raya Kintamani. Tepatnya di sekitar Penelokan, Desa Kedisan, yang berada pada ketinggian 1.495 meter dari permukaan laut. Pengelola umumnya menyediakan pelataran terbuka yang posisinya ada di belakang bangunan kedai, menghadap ke Gunung Batur dan Danau Batur.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Situ Bagendit yang Kini Tak Lagi Pelit

Sabtu, 23 Juli 2022 | 19:30 WIB

Telaga Ngebel, Wisata Alam Ponorogo Punya

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:15 WIB

Eksplor Momen Menarik di Jalan Braga

Rabu, 29 Juni 2022 | 12:00 WIB

4 Rekomendasi Film Indonesia Genre Islam

Rabu, 16 Februari 2022 | 19:58 WIB
X