Hari Sepeda International
Foto: Ari Parasto/ngaderes.com

Opini – Bersepeda atau gowes merupakan kegiatan yang sedang populer beberapa bulan terakhir. Di masa pandemi ini, kesehatan menjadi salah satu hal yang masih giat disoroti, karena badan yang prima bisa menjadi pencegah dari penyakit mulai dari ringan hingga berat namun dengan porsi yang sesuai.

Kali ini dalam rangka memperingati hari sepeda international kami akan membahas beberapa info tentang olahraga yang satu ini.

Sejarah Sepeda

Hari Sepeda International
Foto: Ari Parasto/ngaderes.com

Keberadaan sepeda di Indonesia sendiri sudah ada sejak tahun 1890 yang pertama kali muncul di Batavia – sebutan Jakarta pada masa kolonial. Pada masa itu seperti merek Rover yang harganya mencapai 500 gulden menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi pemiliknya. Pada sekitar tahun 1937, di Batavia tercatat ada sekitar 70.000 sepeda.

Namun pada tahun 1960-an sepeda sebagai transportasi mulai tergeser oleh kendaraan bermotor yang menyebabkan meredupnya popularitas moda transportasi yang satu ini. Pada tahun 1977 demam sepeda mulai kembali menyebar di kota-kota di Indonesia. Pamor ini diawali munculnya mountain bike pada saat itu. Seiring berkembanganya jaman, sepeda kini memiliki variasi dan kejuaraannya masing-masing.

Fasilitas Pesepeda di Kota Bandung

Pada masa sekarang semakin menyebarnya tren dan minat masyarakat tentang sepeda. Pemerintah kota khususnya Kota Bandung mulai memperhatikan beberapa fasilitas pendukung seperti adanya jalur sepeda, parkiran khusus sepeda hingga penyewaan sepeda.

Foto: Ari Parasto/ngaderes.com

Para pesepeda sangat terbantu dengan kehadiran fasilitas tersebut. Namun seiring waktu, beberapa fasilitas mulai kurang diperhatikan seperti parkiran sepeda yang mulai berkarat. Selain itu, jalur sepeda menjadi sarana tempat parkir yang dimana tercantum larangan parkir pada spot tersebut. Hal ini membuat ketidaknyamanan para pengguna karena harus menghindari mobil atau motor yang terparkir pada jalur sepeda.

Ketahui limit tubuh sebelum bersepeda

Kesadaran akan olahraga yang satu ini mulai meningkat dari hari ke hari. Namun tetap harus ingat tentang batasan diri atau limit tubuh. Hal tersebut guna menghindari terjadinya kecelakaan fatal yang menyebabkan tubuh menjadi sakit atau bahkan kehilangan nyawa pada saat bersepeda.

Berikut hal yang harus kamu ketahui sebelum bersepeda. Ada beberapa fase sebelum mencapai blackout:
Fase 1 : Tubuh terasa panas. Saat mendekati batas fisik dan maksimal kerja jantung.
Fase 2 : Sulit mengatur nafas. Sampai di sini wajib mengurangi pace atau kecepatan putaran kaki atau mengurangi penggunaan power.
Fase 3 : Mata berkunang-kunang dan atau mual. Fase ini pesepeda Wajib Berhenti.
Fase 4 : Blackout atau pingsan. Fase ini bisa langsung ke tahap selanjutnya.
Fase 5 : Jantung berhenti bekerja.

Selamat Hari Sepeda International !

Penulis: Ari Parasto
Editor: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here