Film The Admiral: Roaring Currents

Film – Alkisah seorang Laksamana yang sangat berperan penting dalam kemenangan Korea atas invasi Jepang di akhir abad ke-16 era Dinasti Joseon, ia adalah Laksamana Yi Sun-shin. Kisah kepahlawanannya diangkat ke layar lebar The Admiral: Roaring Currents pada tahun 2014. Selain itu, karakternya dihidupkan kembali ke dalam permainan ponsel Mobile Legends: Bang Bang pada tahun 2018.

Tokoh militer sekaligus pahlawan nasional Korea ini mewariskan Kapal Kura-Kura, sebuah kapal perang berbentuk seperti kura-kura yang sangat terkenal karena memenangkan banyak pertempuran pada masa Invasi Jepang ke Korea tahun 1592-1598 atau dikenal dengan Perang Tujuh Tahun.

Selama Perang Tujuh Tahun berlangsung, Pertempuran Myeongnyang merupakan kemenangan yang luar biasa sekaligus menjadi kekalahan yang memalukan bagi Jepang. Pertempuran tersebut sangat melegenda mengingat jumlah kapal Jepang jauh melebihi jumlah kapal Korea, setidaknya dengan rasio sepuluh banding satu (10:1). Hanya bermodalkan 12 kapal, pasukan Korea unggul di medan perang dengan memanfaatkan arus deras di Selat Myeongnyang.

Kemenangan: syukur, rencana, strategi dan do’a

Kemenangan manis yang terjadi bukan berarti tidak disertai rasa takut yang menghantui. Sebelum akhirnya memutuskan untuk melawan Jepang, angkatan laut Joseon sempat merasa pesimis sehingga memilih untuk mundur dan bergabung dengan angkatan darat.

Namun Laksamana Yi meyakinkan pasukannya bahwa manusia tidak bisa menghindari kematian, sehingga lebih baik mati di tengah perlawanan daripada mati mengalah di tanah sendiri. Tentu saja, melarikan diri dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah.

Kisah heroik Yi Sun-shin yang tetap berjuang meski dalam kondisi serba kekurangan sangat menginspirasi kita untuk senantiasa bersyukur dan berlapang dada atas segala peristiwa yang terjadi. Namun berlapang dada bukan berarti pasrah tanpa usaha. Kita tetap perlu berencana dan berstrategi, seperti Laksamana Yi yang memanfaatkan bentuk kapal pada pertempuran jarak dekat dan memanfaatkan lautan pada pertempuran jarak jauh.

Terlebih lagi kita sebagai seorang muslim memiliki senjata pamungkas, yaitu do’a. Mengingat Allah sebelum melangkah sama dengan melibatkan Allah dalam segala urusan. Sebab kehidupan ini bukan hanya sebatas akal dan diri, tapi juga meliputi langit, bumi, dan seisinya.

Penasaran dengan kisah lengkap filmnya? Meluncur sekarang untuk mengisi waktu luang mu, selamat menonton!

Penulis: Nada Nailah
Editor: Isyfa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here