Fatwa MUI Terkait Solat Idul Fitri

Ngaderes.com – Fatwa MUI Terkait Solat Idul Fitri saat Covid -19 sebagai upaya menahan laju penyebaran Covid-19 yang masih terhitung tinggi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait tata cara shalat Idul Fitri di masa pandemi seperti saat ini.

Fatwa tersebut tertuang dalam fatwa MUI No.28 tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri saat Pandemi COVID-19 yang berlaku bagi seluruh umat islam di Indonesia.

Dalam fatwanya, MUI menetapkan jika suatu kawasan penyebaran Covid – 19 terkendali  maka shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di tanah lapang, masjid, mushalla, atau tempat lainnya. Tentunya pelaksanaan solat Idul Fitri ini tetap harus memperhatikan protokol kesehatan diantaranya merenggangkan shaf dan memperpendek bacaan dan khutbah.

Namun, jika suatu kawasan belum terkendali maka shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan secara berjamaah di rumah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid).

Solat Idul Fitri ini berbeda dalam hal anjuran pelaksanaan di rumah.

Penjelasan Wakil Ketua Umum MUI Jawa Barat

Dalam wawancara sabtu pagi (23/05/2020) Drs. H. Ayat Damyati, M.Ag selaku wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia mengatakan pelaksanaan shalat Idul Fitri tahun ini ditetapkan berdasarkan kepentingan dan kemaslahatan bersama.

Almaslahatul ‘ammah muqoddamatun ‘ala maslahatil khaassah yang artinya kemaslahatan umum (bersama) harus didahulukan ketimbang kemaslahatan khusus.

Ibadah merupakan kebutuhan individu namun kerumunan merupakan sumber penyebaran virus. Sehingga kemadharatan akan lebih besar potensinya ketimbang kemaslahatan.

Merujuk pada dalil yassiruu wa la tu’assiru, yassiru walaa tunaffiru yang artinya permudahlah dan jangan dipersulit, permudahlah dan jangan membuat orang lain lari.

Agama memberikan kemudahan kepada umat islam ketika suatu hambatan datang seperti corona saat ini. Sehingga, pelaksanaan shalat Idul Fitri tidak menjadi masalah jika dilaksanakan di rumah dengan pertimbangan penyebaran virus corona dan hukum pelaksanaannya sunnah muakkad.

Beliau juga menghimbau masyarakat agar mengikuti protokoler pelaksanaan solat Idul Fitri yang sudah ditetapkan.

“Dengan mempertimbangkan penyebaran Covid -19 yang masif dan bisa menular melaui kerumunan maka perlu ada antisipasi di dalam masjid. Jika biasanya penghuni masjid itu 100 orang dan sekarang harus direnggangkan dengan jarak satu orang itu dua meter, tidak apa – apa. Justru jika kita tidak mengindahkan himbauan kondisi akan lebih darurat.”

Beliau menambahkan bahwasanya kehadiran pandemi Covid – 19 merupakan suatu khazanah keilmuan untuk membentuk kerangka berfikir umat islam dalam menyikapi suatu permasalahan.

Penulis: Haris
Editor : Sasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here