• Minggu, 5 Februari 2023

Mari Berpetualang ke Karimunjawa, Cagar Biosfer Dunia

- Minggu, 15 Januari 2023 | 10:00 WIB
Mari Berpetualang ke Karimunjawa, Cagar Biosfer Dunia (Ilustrasi Canva)
Mari Berpetualang ke Karimunjawa, Cagar Biosfer Dunia (Ilustrasi Canva)

ngaderes.com - Kekayaan alam bawah laut Karimunjawa memukau siapa pun yang melihatnya. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pun mengakui kawasan Karimunjawa itu sebagai cagar biosfer dunia. Berikut cerita lengkapnya seperti dilansir dari situs indonesia.go.id

Karimunjawa menjadi magnet wisata bahari utama di Jawa Tengah. Sejatinya, ia merupakan salah satu kecamatan di kabupaten tempat lahirnya pahlawan nasional RA. Kartini, Jepara. Karimunjawa luasnya 74,6 kilometer persegi, terdiri dari 30 persen daratan dan 70 persen perairan.

Seperti dikutip dari data Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara tahun 2021, penduduknya berjumlah 10.116 jiwa. Mereka tersebar di empat kelurahan yakni Karimunjawa, Kemujan, Parang, dan Nyamuk. Umumnya bekerja sebagai nelayan dan pedagang ikan. Penduduknya mayoritas datang dari tiga suku utama, Jawa, Bugis, dan Madura.

Cagar Biosfer Dunia

Pemerintah pusat sejak 22 Februari 1988 menetapkan Karimunjawa sebagai taman nasional karena keanekaragaman hayati yang dimilikinya. Misalnya hutan hujan tropis, hutan mangrove dengan mayoritas mangrove sejati utama atau mayor berjenis Rhizophora. Mangrove sejati utama hanya tumbuh pada kawasan pasang surut dan membentuk tegakan murni saja tanpa ada tumbuhan darat. Hutan mangrove mayor ini dapat dijumpai di Pulau Kemujan.

Selain itu, ada pula tumbuhan khas Karimunjawa, namanya pohon dewandaru (Crystocalyx macrophyla) atau cemara belanda yang buahnya punya banyak manfaat buat kesehatan. Ekosistem bawah lautnya juga tak kalah menarik seperti padang lamun, terumbu karang mencakup luas 7.487,55 hektare yang masih terjaga dengan baik.

Di Karimunjawa terdapat 400 jenis biota laut termasuk 242 jenis ikan hias. Ia menjadi rumah sejumlah fauna langka seperti elang laut dada putih (Haliaeetus leuogaster), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas).

Sejumlah pulau di kawasan Karimunjawa menjadi lokasi bertelur penyu sisik dan penyu hijau. Kawasan perairannya menjadi tempat berkembang biak beberapa jenis hiu jinak seperti hiu karang putih (Triaenodon obesus) dan hiu karang hitam (Charcharhinus melanopterus). Kedua jenis hiu itu banyak ditemukan di perairan dangkal dan hidup berkelompok. Sesekali ikut muncul hiu paus (Rhincodon typus), jenis terbesar dari keluarga hiu.

Karimunjawa terdiri atas lima pulau berpenghuni dan 22 lainnya tidak dihuni serta delapan lokasi pasir timbul atau gosong. Hamparan pantai pasir putih, bukit-bukit hijau, gunung, dan barisan pohon kelapa menjulang di tepi pantai mewarnai pulau-pulau di sini. Jangan tanya soal pemandangan bawah lautnya, sungguh memukau di bawah biru jernihnya air laut.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dampak Patah Hati Terhadap Psikologis Remaja

Sabtu, 4 Februari 2023 | 07:53 WIB

Warisan Tersembunyi di Geopark Silokek

Rabu, 18 Januari 2023 | 12:00 WIB

Mari Berpetualang ke Karimunjawa, Cagar Biosfer Dunia

Minggu, 15 Januari 2023 | 10:00 WIB

Cara Mengatasi Burnout, Yuk Coba!

Jumat, 13 Januari 2023 | 10:00 WIB

Rezeki Bukan Hanya Gaji (Part 2)

Senin, 26 Desember 2022 | 08:38 WIB

Rezeki Bukan Hanya Gaji

Senin, 26 Desember 2022 | 07:58 WIB

Sering Disangka Sama, Ini Perbedaan Antara Pilek dan Flu

Minggu, 20 November 2022 | 12:30 WIB
X