• Jumat, 30 September 2022

Harimau Sumatra yang Bertahan Dalam Kepunahan

- Senin, 22 Agustus 2022 | 12:00 WIB
Harimau Sumatra yang Bertahan Dalam Kepunahan (Ilustrasi Canva)
Harimau Sumatra yang Bertahan Dalam Kepunahan (Ilustrasi Canva)

ngaderes.com - Populasi harimau sumatra saat ini tinggal 604 ekor, sebanyak 234 ekor hidup di habitat alam liar Pulau Sumatra dan 370 ekor sisanya berada di kawasan konservasi.

Harimau sumatra merupakan satwa endemik asli Indonesia. Bagian dari keluarga kucing atau Felidae ini mendiami Pulau Sumatra. Nama latinnya adalah Panthera tigris sumatrae dan kemudian direvisi berdasarkan taksonominya pada 2017, digolongkan sebagai Panthera tigris sondaica. Harimau sumatra merupakan yang terakhir masih bertahan hidup di tanah air setelah punahnya harimau jawa (Panthera tigris sondaica), harimau bali (Panthera tigris balica). Di lingkup global, harimau kaspia (Panthera tigris virgata) juga telah dinyatakan punah.

Melansir dari situs indonesia.go.id. Mamalia Sumatra ini punya ukuran tubuh paling kecil di antara subspesies sejenis yang masih bertahan di seluruh dunia. Beratnya sekitar 91--140 kilogram dengan panjang 198--250 sentimeter. Namun, ukuran yang kecil justru memudahkannya menjelajahi rimba untuk mencari mangsa. Daya jelajahnya juga cukup jauh, sekitar 40--100 kilometer persegi hanya untuk berburu santapannya.

Seperti dikutip dari website World Wild Fund Indonesia, warna kulit harimau sumatra paling gelap di antara sesamanya. Mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua, dan memiliki garis loreng yang lebih rapat. Instingnya sebagai predator pun sangat diakui dan aktif berburu di malam hari. Penglihatannya 30 kali lebih tajam dari manusia dan mampu mendengar suara hingga jarak 10 kilometer.

Kehebatan harimau sumatra makin lengkap karena dengan taringnya ia mampu mencengkeram mangsa lewat kekuatan gigitan sampai 450 kg gaya. Ini tentu saja membuat semua mangsanya tak dapat berkutik hanya dalam hitungan menit. Di Pulau Sumatra, keberadaan mereka terpantau dalam 22 lanskap habitat, yakni kecil, sedang, dan besar dengan populasi antara 1-180 ekor.

Sayangnya, dengan semua kelebihan itu harimau sumatra justru menjadi satwa paling rentan punah di Pulau Sumatra. Badan Konservasi Alam Internasional (IUCN) telah memasukkan harimau sumatra sebagai satu dari 25 satwa endemik Indonesia yang terancam punah dengan status kritis (Critically Endangered/CE). Pemerintah juga telah mencantumkannya dalam daftar hewan dilindungi seperti disebutkan di dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Menurut Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kelautan Wiratno, populasi hewan ini tinggal 604 ekor. Sebanyak 234 ekor ada di habitat asli di hutan belantara Sumatra dan sisanya 370 ekor berada di konservasi luar habitat (ex-situ). Sebanyak 258 dari 370 ekor tadi berada di lembaga konservasi di luar Indonesia. "Penyelamatan masa depan harimau sumatra sama dengan penyelamatan masa depan hutan Indonesia," kata Wiratno beberapa waktu lalu.

Masifnya pembukaan lahan untuk perkebunan dan permukiman menjadi penyumbang ancaman kepunahannya meski yang terbesar adalah faktor perburuan besar-besaran terhadap mamalia itu. Kulitnya yang eksotis dan indah serta bagian-bagian lain tubuhnya yang dipercaya memiliki khasiat tertentu menjadi alasan para pemburu mengejar di belang.

Oleh karena itu pula, sebagai upaya konservasi satwa endemik Sumatra tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar bersama pemerintah daerah menggagas dibentuknya nagari ramah harimau dan merupakan yang pertama di Indonesia. Dipilihnya Sumbar karena wilayah ini harimau sumatra mendapat tempat tersendiri di dalam masyarakat adat Minangkabau, suku terbesar di ranah Minang. Mereka percaya kalau harimau adalah penjaga kampung dan makhluk terhormat dan tidak boleh diganggu.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bibit Kopi Unggul Mengalir dari Garut

Selasa, 6 September 2022 | 12:00 WIB

Harimau Sumatra yang Bertahan Dalam Kepunahan

Senin, 22 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Jangan Salah Paham dengan Skill Public Speaking

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:29 WIB

Air Keran Layak Minum di IKN Nusantara

Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Membatasi Kunjungan demi Kelestarian Komodo

Jumat, 29 Juli 2022 | 09:00 WIB

Tips Efektif ber- Organisasi

Kamis, 14 Juli 2022 | 21:27 WIB
X