• Minggu, 29 Januari 2023

Indonesia Agresif Mengembangkan Ekosistem Kendaraan Berbasis Listrik

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:00 WIB
Indonesia Agresif Mengembangkan Ekosistem Kendaraan Berbasis Listrik (Ilustrasi Canva)
Indonesia Agresif Mengembangkan Ekosistem Kendaraan Berbasis Listrik (Ilustrasi Canva)

Nah, pertanyaan selanjutnya, bagaimana kesiapan infrastruktur bagi kendaraan listrik? Jangan khawatir. Hingga Juni 2022, data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan, kini sudah tersedia 139 unit SPKLU yang tersebar di 110 lokasi di 48 kota di Indonesia.

Hingga akhir 2022, pemerintah menargetkan sebanyak 390 unit SPKLU, 693 unit (2023), 1030 unit (2024), 1558 unit (2025), 7.146 unit pada 2030. Sejumlah SPKLU yang akan disediakan itu mengikuti proyeksi jumlah kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang telah dibuat Kementerian ESDM.

Menurut kementerian itu, populasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai akan mencapai 5.879 pada 2022. Pada 2023, populasinya diproyeksi menjadi 13.009 unit, 23.607 unit (2024), 39.627 unit (2025), dan 64.777 unit pada 2026.

Sementara itu, proyeksi kendaraan bermotor listrik roda dua, populasinya akan mencapai 70 unit pada 2022, 105 unit (2023), 157 unit (2024), 210 (2025), dan 297 unit pada 2026.

Dari gambaran data di atas, potensi pasar segmen kendaraan bermotor berbasis listrik sangat besar ke depannya. Kendaraan bermotor listrik akan menjadi kendaraan masa depan yang bebas emisi.

Dalam rangka itu, PLN pun tidak tinggal diam. BUMN itu telah menyiapkan skema bisnis untuk pendirian infrastruktur SPKLU. Apalagi, ke depannya sudah ditetapkan setiap 10 kendaraan listrik tersedia 1 SPKLU. Estimasi ini juga memperhitungkan fast charging dan medium charging level.

BUMN kelistrikan itu telah menyiapkan dua skema bisnis pengisian daya kendaraan listrik ini, yakni:

PLN sebagai penjual langsung ke konsumen akhir, terdiri dari lima skema:
POSO: Provide(menyediakan), Own (memiliki), Self Operated (mengoperasikan sendiri)
POPO: Provide(menyediakan), Own (memiliki), Privately Operated (dioperasikan swasta).
PPOO: Provide(menyediakan), Privately Owned and Operated (dimiliki dan dioperasikan swasta).
PLSO: Provide(menyediakan), Lease (menyewa), Self Operated (mengoperasikan sendiri).
PLPO: Provide(menyediakan), Lease (menyewa), Privately Operated (dioperasikan swasta).

Entitas Bisnis Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga. Listrik (IUPTL). Mereka penjual langsung kepada konsumen akhir, dengan skema:
ROSO: Retail, Own, Self Operated
ROPO: Retail, Own, Privately Operated
RPOO: Retail, Privately Owned and Operated
RLSO: Retail, Lease, Self Operated
RLPO: Retail, Lease, Privately Operated.
Dari pelbagai skema yang ditawarkan itu, artinya BUMN kelistrikan telah siap memberikan pemanis bagi swasta yang berminat untuk membangun SPKLU. Salah satunya adalah tarif listrik murah kepada swasta yakni sebesar Rp714 per kWh.

 

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warisan Tersembunyi di Geopark Silokek

Rabu, 18 Januari 2023 | 12:00 WIB

Mari Berpetualang ke Karimunjawa, Cagar Biosfer Dunia

Minggu, 15 Januari 2023 | 10:00 WIB

Cara Mengatasi Burnout, Yuk Coba!

Jumat, 13 Januari 2023 | 10:00 WIB

Rezeki Bukan Hanya Gaji (Part 2)

Senin, 26 Desember 2022 | 08:38 WIB

Rezeki Bukan Hanya Gaji

Senin, 26 Desember 2022 | 07:58 WIB

Sering Disangka Sama, Ini Perbedaan Antara Pilek dan Flu

Minggu, 20 November 2022 | 12:30 WIB

Rumus Mencapai Sukses dalam Kehidupan Rumah Tangga

Selasa, 11 Oktober 2022 | 21:20 WIB
X