• Jumat, 30 September 2022

Membatasi Kunjungan demi Kelestarian Komodo

- Jumat, 29 Juli 2022 | 09:00 WIB
Membatasi Kunjungan demi Kelestarian Komodo (Ilustrasi Canva)
Membatasi Kunjungan demi Kelestarian Komodo (Ilustrasi Canva)

Presiden Joko Widodo juga akan meresmikan waterfront Labuan Bajo dengan daya tarik unik, yaitu pelancong dapat menatap matahari terbenam dari pantai Labuan Bajo tanpa harus pergi ke Taman Nasional Komodo. “Jadi ini adalah destinasi-destinasi alternatif di sekitar Labuan Bajo,” kata Menparekraf Sandiaga.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menekankan pentingnya pemberlakukan pembatasan kuota pengunjung di Taman Nasional Komodo, demi menjaga kelestarian populasi biawak komodo. Komodo (Varanus komodoensis) adalah hewan liar yang masuk daftar dilindungi pemerintah karena rentan akan kepunahan.

“Perlu diatur jumlah maksimum yang dapat ditampung agar tidak berdampak pada kelestarian satwa komodo,” ujar Wakil Menteri LHK Alue Dohong, pada konferensi pers yang digelar bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (27/6/2022).

Dijelaskan, pengaturan pengunjung dengan sistem pembatasan pengunjung atau kuota pengunjung ini dimaksudkan untuk meminimalisir dampak negatif kegiatan wisata alam terhadap kelestarian populasi biawak komodo dan satwa liar lainnya.

Sekaligus, upaya ini untuk mempertahankan kelestarian ekosistem di Pulau Komodo dan Pulau Padar pada khususnya, serta untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung serta petugas selama beraktivitas di Taman Nasional Komodo.

Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK melalui Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) telah melaksanakan kajian Daya Dukung Daya Tampung Wisata (DDDTW) berbasis jasa ekosistem di Pulau Komodo dan Pulau Padar. Kajian ini dilaksanakan oleh tim tenaga ahli yang diketuai oleh Irman Firmansyah (System Dynamics Center/IPB) dengan Komite Pengarah yaitu Profesor Jatna Supriatna (Guru Besar Departemen Biologi FMIPA Universitas Indonesia).

Hasil kajian DDDTW merekomendasikan bahwa jumlah pengunjung ideal per tahun ke Pulau Komodo adalah 219.000 wisatawan dan ke Pulau Padar mencapai 39.420 wisatawan atau sekitar 100 orang per waktu kunjungan.

Adapun hasil kajian tersebut menunjukkan jumlah yang hampir sama dengan tingkat kunjungan pada tahun 2019 (yaitu 221.000 orang) untuk di Pulau Komodo, sedangkan di Pulau Padar selama ini Balai Taman Nasional Komodo telah menerapkan kebijakan kunjungan 100 orang per waktu kunjungan, di mana dalam satu hari terdapat tiga waktu kunjungan.

Kajian juga merekomendasikan jumlah kunjungan di Pulau Padar dapat ditambahkan 2–2.5 kali lipat dengan mempertimbangkan beberapa hal,terkait penyesuaian daya dukung berupa infrastruktur, seperti penambahan jumlah pos di area trekking, sarana sanitasi dan MCK, safety trekking seperti tali, jumlah ranger serta tenaga medis, atau ruang khusus untuk kesehatan.

Wamen Alue Dohong menyebutkan, jika penerapan kuota pengunjung sudah saatnya dilakukan secara digital untuk mempermudah layanan dan mengakomodasi kebijakan penetapan kuota pengunjung. Dalam penerapan layanan kunjungan secara digital, baik dalam proses booking online maupun e-ticketing dapat dilakukan secara bersama-sama dengan pihak lain terkait, antara lain, Pemprov Nusa Tenggara Timur.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bibit Kopi Unggul Mengalir dari Garut

Selasa, 6 September 2022 | 12:00 WIB

Harimau Sumatra yang Bertahan Dalam Kepunahan

Senin, 22 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Jangan Salah Paham dengan Skill Public Speaking

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:29 WIB

Air Keran Layak Minum di IKN Nusantara

Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Membatasi Kunjungan demi Kelestarian Komodo

Jumat, 29 Juli 2022 | 09:00 WIB

Tips Efektif ber- Organisasi

Kamis, 14 Juli 2022 | 21:27 WIB
X