• Kamis, 11 Agustus 2022

5 Ciri Mental Kaya Ini Mungkin Ada di Kamu, Ikuti Teladan Sukses Rasul Muhammad SAW

- Selasa, 19 Juli 2022 | 15:55 WIB
Ilustrasi ciri mental kaya bisa dibangun pada diri seseorang (pixabay)
Ilustrasi ciri mental kaya bisa dibangun pada diri seseorang (pixabay)



ngaderes.com
- Apa kira - kira ciri orang yang bermental kaya? Bagaimana ciri mental kaya yang ada dalam diri seseorang?

Diawali dengan pertanyaan ini, Setia Furqon Kholid seorang motivator, penulis dan pembisnis juga founder Kelas Jodoh, berbagi ilmu melalui kanal instagram live nya pada Selasa, 19 Juli 2022. 

Untuk membangun mental kaya dalam diri, kita bisa menilik kembali perjalanan Rasul Muhammad SAW yakni seorang yang kuat ekonomi. 

Baca Juga: Ini Manfaat Kesehatan Tidur Miring Ke Kanan ala Nabi Muhammad

Di usia 9 tahun sudah mulai menjadi karyawan atau employee bekerja menjadi penggembala, di usia 12 tahun menjadi karyawan mandiri atau self employee dengan berniaga sampai ke negeri Syam, di usia 17 tahun agent perdagangan regional, usia 25 tahun diperebutkan investor termasuk Siti Khodijah. Karena kejujuran dan kredibilitasnya ini ia diberi gelar Al Amin (Sang Terpercaya) , gelar informal yang tidak tertandingi sebelum dan setelahnya. 

Bahkan Rasul Muhammad SAW berani nikah muda di usia muda dengan mahar yang fantastis yakni 25 ekor unta merah, kisaran 200 juta per ekor artinya setara 4 Miliar. 
setelah manager 13 tahun membangun kredibilitas sebagai seorang pembisnis baru 15 tahun setelah itu mengemban masa kenabian. 

Demikian segelintir kutipan isi buku berjudul Muda Kaya Raya yang juga ditulis oleh Setia Furqon Kholid. 

Rasul Muhammad SAW mandiri dari kecil dan menjadi orang yang Al-Amin (Sang Terpercaya) hingga menjadi pembisnis sukses. 

Baca Juga: Ini Salah Satu Ayat Yang Menjadi Solusi Agar Terbebas Dari Hutang, Ustadz Adi Hidayat Beberkan Khasiatnya

Keutamaan seorang lelaki yang berikhtiar mencari keridoan Allah dengan bekerja untuk menafkahi keluarganya akan memperoleh pahala yang besar dibandingkan uang yang dikeluarkan untuk keperluan yang lain.

Sebagaimana Hadis Riwayat muslim berikut ini: 

"Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar,” (HR. Muslim).

Mulia sekali ketika seorang laki-laki mencari rizki dengan berbekal doa istri bersegera untuk meraih keriodoan Allah dengan bekerja kemudian ia mendapatkan hasil atau rizki dan kemudian dipergunakan oleh keluarga. Inilah kemuliaan dari sebuah ikhtiar menjemput rizki.

Setia menambahkan jika seorang suami perlu untuk semangat menjemput rizki dan kreatif ikhtiar dalam bekerja. Seorang istri diingatkan juga untuk melihat laki- laki bukan pada penghasilan yang tetap, namun melihat kerja keras dan kreatifitas seorang laki-laki dalam menjemput rizki. 

Fenomena yang saat ini banyak terjadi dan memicu perceraian dalam sebuah rumah tangga bisa juga dipicu dari ketidakmampuan seorang suami menafkahi istri atau kelaurga. Ada kondisi dimana istri harus bekerja sekaligus mengurusi pekerjaan rumah sedangkan sang laki-laki tidak menunjukan upaya untuk bekerja. 

Baca Juga: Formula 20/20/20 : Rahasia Produktif Klub 5 Pagi

Maka dari itu penting untuk memiliki mental kaya. Berikut ini ciri mental kaya yang ada pada diri seseorang: 

1. Senang dan banyak memberi dan bersedekah 
Ciri mental kaya yang dimiliki oleh seseorang bisa diliat dari karakternya yang senang memberi dan memperbanyak memberi dan bersedekah. 

Orang dengan mental kaya biasanya ia yang sering memberi atau mentraktir dibandingkan menjadi orang yang ditraktir. 

Membangun mental kaya bisa dimulai dari kesenangan dan keinginan untuk senantiasa memberi dan bermanfaat bagi orang sekitar.  

2. Membeli aset, bukan liabilitas
Aset yakni apapun yang menghasilkan uang sedangkan liabilitas apapun yang mengeluarkan uang. 

Orang yang bermental kaya biasanya membeli barang sesuai kebutuhan bukan keinginan. 

Ada sebuah penelitian marshmello test yang diberikan kepada anak kecil dengan menyodorkan permen coklat dengan petunjuk jika ia menunda makan permen tersebut maka panitia akan berikan dua kali lipat dan akan diberikan uang.

Respon ditunjukan anak beragam, ada anak yang langsung tanpa pikir panjang makan permen coklat tersebut, ada juga yang berpikir tapi kemudian memakan permen coklat tersebut, ada juga yang diam tidak memakan permen coklat tersebut.

Ternyata dalam survey 5-20 tahun kemudian orang yang sabar menunda keinginannya mendapatkan hasil 5x lipat. Inilah pentingnya menunda keinginan.

Menggunakan uang untuk keinginan akan berbeda dengan menggunakanya sesuai kebutuhan. 

Baca Juga: Google dan WhatsApp Wajib Daftar PSE Sebelum 20 Juli 2022 Agar Tidak Diblokir, Kominfo Sudah Beri Peringatan

Halaman:

Editor: Annisa Sasa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Air Keran Layak Minum di IKN Nusantara

Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Membatasi Kunjungan demi Kelestarian Komodo

Jumat, 29 Juli 2022 | 09:00 WIB

Tips Efektif ber- Organisasi

Kamis, 14 Juli 2022 | 21:27 WIB
X