• Kamis, 11 Agustus 2022

Ustadz Abdul Somad Sampaikan Kisah Perempuan Hebat di Hidup Nabi Musa di Hadapan Ratusan Santri Al-Mawaddah

- Jumat, 8 Juli 2022 | 09:40 WIB
Ustadz Abdul Somad saat mengisi kajian pagi di Pesantren Putri Al-Mawaddah, Jumat (08/07/2022). (Sumber foto: Instagram/@pesantren.putri.almawaddah)
Ustadz Abdul Somad saat mengisi kajian pagi di Pesantren Putri Al-Mawaddah, Jumat (08/07/2022). (Sumber foto: Instagram/@pesantren.putri.almawaddah)

ngaderes.com - Salah seorang ulama negeri, Ustadz Abdul Somad (UAS) berkesempatan mengisi kajian pagi di masjid Al Marzuqoh, Pesantren Putri Al-Mawaddah, Coper, Jetis, Ponorogo, Jumat (08/07/2022).

Di hadapan delapan ratus lebih santri putri, Ustadz Abdul Somad membagikan hikmah dari kisah perjalanan Nabi Musa Alaihi Salam. Ustadz Abdul Somad menyampaikan bahwa ada banyak perempuan hebat yang membersamai perjalanan hidup seorang Nabi Musa.

"Perempuan hebat pertama yang membersamai Nabi Musa di masa bayi adalah ibu kandungnya. Anak yang baik, pasti lahir dari ibu yang baik," jelas Ustadz Abdul Somad kepada jamaah masjid yang seluruhnya adalah santri Pesantren Putri Al-Mawaddah, Coper, Jetis, Ponorogo.

Baca Juga: Jawa Barat Lepas Ekspor Kelapa Parut ke Meksiko Senilai 35.000 Dollar AS

Ustadz Abdul Somad melanjutkan, perempuan hebat kedua yang membersamai Nabi Musa adalah kakak kandung Nabi Musa. Saat keranjang bayi yang membawa Nabi Musa hanyut di sungai Nil, Mesir dan sampai ke Istana Firaun, kakaknya lah yang mengabarkan kepada sang ibu, bahwa bayi Nabi Musa ditemukan oleh Istri Firaun.

Tentu atas izin dan skenario Allah, peristiwa tersebut diketahui oleh Kakak perempuan Nabi Musa, sehingga kabar keberadaan Nabi Musa bisa sampai ke telinga Sang Ibu. Berita tersebut pun lantas membuat hati ibu Musa menjadi tenang.

Singkat cerita, ibu Musa pun bisa kembali menggendong dan menyusui Nabi Musa di dalam Istana Firaun.

Ustadz Abdul Somad saat melakukan foto bersama dengan Pimpinan dan Guru Pesantren Putri Al-Mawaddah, usai mengisi tausiah pagi kepada para santriwati. (Sumber foto: instagram/@pesantren.putri.almawaddah)

"Seperti semua bayi, Nabi Musa pun membutuhkan Air Susu Ibu (ASI). Bayi itu kalau mau makan minum, nangis. Mau tidur, nangis. Mau buang air, nangis. Jadi, kalau masih ada santri yang suka nangis, berarti masih... bayi," canda Ustadz Abdul Somad disambut tawa seluruh Santriwati.

Halaman:

Editor: Intan Resika Rohmah

Sumber: Pesantren Putri Al Mawaddah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Air Keran Layak Minum di IKN Nusantara

Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Membatasi Kunjungan demi Kelestarian Komodo

Jumat, 29 Juli 2022 | 09:00 WIB

Tips Efektif ber- Organisasi

Kamis, 14 Juli 2022 | 21:27 WIB
X