• Jumat, 27 Mei 2022

Coba Terapkan PDCA untuk Bekali Anak Siap Menjadi Pemimpin Masa Depan

- Senin, 4 April 2022 | 11:10 WIB
Ilustrasi PDCA bisa diterapkan pada anak sedini mungkin sebagai bekal menanamkan sikap kepemimpinan (pexels)
Ilustrasi PDCA bisa diterapkan pada anak sedini mungkin sebagai bekal menanamkan sikap kepemimpinan (pexels)



ngaderes.com
- PDCA atau Plan Do Check Act adalah salah satu metode penyelesaian masalah yang biasa digunakan dalam dunia bisnis.

Meski begitu, metode penyelesaikan masalah ini pada dasarnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ataupun oleh siapa saja, termasuk anak-anak.



PDCA terdiri dari P atau PLAN, artinya merencakan aktivitas yang paling diperlukan. D atau DO, artinya melakukan aktivitas yang sudah direncanakan di tahap PLAN, khususnya untuk diri sendiri.

C atau CHECK, artinya mencari tahu apakah tahap Do telah dilakukan dengan baik atau tidak.

Baca Juga: Sudah Tahu? Ini 4 Manfaat Membaca Buku Sebelum Tidur

Selanjutnya adalah tahap A atau ACT, artinya melakukan kembali pekerjaan yang sama seperti ditahap DO.

Tapi ditambah dengan perbaikan yang didapatkan dari tahap CHECK, bahkan pada tahapan ini kalian bisa mengajarkannya kepada orang lain.

Selain diterapkan untuk pemecahan masalah, PDCA juga dapat dimanfaatkan untuk mengasuh dan mendidik anak.

Anak-anak merupakan calon pemimpin di masa depan, maka perlu untuk dididik bagaimana membuat perencanaan, pelaksanaan, dan perbaikan.

Baca Juga: Kesulitan Bangun Pagi? Yuk Ikuti 5 Tips Berikut!

Sehingga semakin lama PDCA ini dilakukan, anak-anak akan semakin pandai menghitung, makin berani dalam bertindak dan lebih bermanfaat bagi orang-orang di sekitar.

Misalnya untuk program aktivitas membantu orang tua selama satu pekan. Maka PDCA nya akan jadi seperti ini :




Senin = PLAN
Mencari tahu aktivitas apa saja yang bisa dilakukan untuk membantu orang tua. Misalnya saja pekerjaan cuci piring, membersihkan karpet, menyapu lantai, dan lain-lain. Lalu pilih saja satu yang mungkin bisa dilakukan anak-anak, misalkan cuci piring.

Di tahapan ini anak-anak perlu memperhatikan bagaimana orang tua melakukan pekerjaan itu. Pastikan semua hal di atas tadi dilakukan di hari senin. Kita sebut senin = tahap PLAN

Selasa – Rabu = DO
Nah pada hari selasa dan Rabu ini saatnya anak-anak praktik dari yang sudah direncanakan (DO), yaitu “ilmu cuci piring”. Anak-anak memiliki waktu dua hari untuk salah ataupun basah-basahan cuci piring.

Orang tua perlu memahami bahwa anak sedang berusaha belajar.
Segala kritikan ataupun masukan agar dicatat saja dulu untuk disampaikan di hari kamis. Biarkan anak belajar terlebih dahulu dari kesalahan yang ia perbuat, menyadari bagian mana yang salah ataupun belum dimengerti.

Baca Juga: Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut?

Kamis = CHECK
Hari kamis ini, adalah hari CHECK, dimana aktivitas cuci piring dihentikan terlebih dahulu. Ini saat untuk orang tua untuk menjelaskan dengan baik dan lembut di bagian mana saja sang anak melakukan kesalahan dan bagaimana mengatasinya.

Dalam tahap ini orang tua juga dapa membebaskan anak untuk bertanya hal-hal apa saja yang belum ia pahami.

Jum’at - Ahad
Selama 3 hari ini, dari mulai jumat, sabtu dan ahad, anak-anak akan kembali mencoba mencuci cuci piring.

Anak dapat memperhatikan kesalahan apa yang ia lakukan sebelumya sekaligus menerapkan saran yang diberikan orang tua dalam tahap CHECK.

Baca Juga: Kenali Gejala Demam yang Dianggap Serius pada Anak

Dalam tahap ini, kemampuan mencuci piring anak dapat bertambah dan kesalahan dapat berkurang. Pada 3 hari ini (ACT) anak-anak juga boleh mengajak atau mengajarkannya kepada adik-adik atau teman setelah mendapat izin orang tua.

Pendidikan anak sejak dini memang sangat penting. Tidak hanya membuat anak terbiasa dengan kebiasaan baik, tapi juga membantu anak meghadapi masalah yang mungkin terjadi di masa depan. Salah satunya dengan penerapan PDCA sejak dini ini.

Anak akan terbiasa untuk membuat rencana, melakukan rencana itu, bahkan melakukan koreksi. Kebiasaan ini akan sangat bermanfaat bagi anak tidak hanya saat dewasa, tapi juga dalam menjalani kehidupannya.



PDCA ini bisa dilakukan dalam satu pekan pertama, lalu dipekan berikutnya aktivitas yang lebih menantang bisa dilakukan. 

Berikut contoh PDCA dalam 1 bulan: 

Agenda PDCA Pekan-1 : Mencuci piring
Agenda PDCA Pekan-2 : Memasak Nasi dan air
Agenda PDCA Pekan-3 : Menyapu dan Pel Lantai
Agenda PDCA Pekan-4 : Mencuci Mobil

Demikian penerapan PDCA yang bisa praktikan dalam mendidik anak. Agenda PDCA bisa lebih disesuaikan dengan kondisi di rumah masing - masing. Semoga mencoba! ***

 

Penulis : Krisna Andita 
Editor : Hildatun Najah

Editor: Annisa Sasa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tips Tetap Dingin di Cuaca Panas

Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:00 WIB

Doa Sholat Hajat Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Selasa, 19 April 2022 | 11:44 WIB

Rekomendasi Kolak Buka Puasa Khas Indonesia

Minggu, 3 April 2022 | 14:00 WIB

Apa Itu SBMPTN dan UTBK?

Kamis, 24 Maret 2022 | 05:42 WIB

Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut?

Selasa, 22 Maret 2022 | 17:00 WIB
X