• Jumat, 27 Mei 2022

Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut?

- Selasa, 22 Maret 2022 | 17:00 WIB
Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut? (Unsplash)
Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut? (Unsplash)

ngaderes.com - Sebagai ibu baru, mungkin banyak pertanyaan yang terlintas terkait dengan kenyamanan tidur si buah hati. Kamu mungkin sering memerhatikan tempat tidur bayi yang biasanya memiliki kasur dan permadani empuk. Namun di sisi lain kamu sebagai orang tua ingin membuatnya lebih nyaman dengan menambahkan bantal, selimut, mainan empuk, atau hiasan lainnya. Tapi sebenarnya kapan bayi boleh tidur dengan bantal dan selimut? Simak ulasan berikut ini!

Mungkin banyak dari kalian yang sudah tahu, bahwa bayi tidak boleh tidur dengan selimut, bantal, atau apa pun di tempat tidurnya untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak/suddent infant death syndrome (SIDS).

Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut?

Melansir lamar Healthline, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk menjauhkan benda-benda lunak dan tempat tidur yang longgar dari area tidur bayi setidaknya selama 12 bulan pertama. Rekomendasi ini didasarkan pada data seputar kematian bayi saat tidur dan pedoman untuk mengurangi risiko SIDS.

Bayi baru bisa tidur dengan bantal setelah berusia 1,5 tahun atau 18 bulan. Namun, yang terbaik adalah menunggu sampai mereka berusia dua tahun sebelum memberi mereka bantal. Hindari memberikan bantal untuk bayi saat usianya di bawah 12 bulan kecuali dinyatakan secara eksplisit oleh dokter.

Di luar panduan dari AAP ini, setelah anak cukup besar, beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan saat menentukan apakah aman bagi anak untuk memiliki selimut di tempat tidurnya termasuk ukuran selimut, ketebalan, jenis kain, dan tepiannya.

1. Selimut dengan ukuran lebih besar dapat menimbulkan bahaya tercekik dan mati lemas, bahkan setelah anak berusia 1 tahun.

2. Bahan selimut dapat memengaruhi keamanannya dan kenyamanan bayi. Selimut yang terbuat dari kain seperti muslin yang lembut dan dapat bernapas dengan baik adalah pilihan yang lebih baik untuk si kecil daripada selimut tebal berlapis. Selimut berbobot tebal yang terkadang digunakan untuk anak yang lebih besar dengan masalah sensorik tidak aman digunakan oleh bayi.

3. Bahkan ketika anak sudah besar, selimut dengan tali panjang atau pita di ujungnya dapat membungkus dan mencekik anak, sehingga tidak aman digunakan sebagai selimut sebelum tidur.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: Healthline

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tips Tetap Dingin di Cuaca Panas

Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:00 WIB

Doa Sholat Hajat Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Selasa, 19 April 2022 | 11:44 WIB

Rekomendasi Kolak Buka Puasa Khas Indonesia

Minggu, 3 April 2022 | 14:00 WIB

Apa Itu SBMPTN dan UTBK?

Kamis, 24 Maret 2022 | 05:42 WIB

Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut?

Selasa, 22 Maret 2022 | 17:00 WIB
X