Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut?

- Selasa, 22 Maret 2022 | 17:00 WIB
Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut? (Unsplash)
Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut? (Unsplash)

ngaderes.com - Sebagai ibu baru, mungkin banyak pertanyaan yang terlintas terkait dengan kenyamanan tidur si buah hati. Kamu mungkin sering memerhatikan tempat tidur bayi yang biasanya memiliki kasur dan permadani empuk. Namun di sisi lain kamu sebagai orang tua ingin membuatnya lebih nyaman dengan menambahkan bantal, selimut, mainan empuk, atau hiasan lainnya. Tapi sebenarnya kapan bayi boleh tidur dengan bantal dan selimut? Simak ulasan berikut ini!

Mungkin banyak dari kalian yang sudah tahu, bahwa bayi tidak boleh tidur dengan selimut, bantal, atau apa pun di tempat tidurnya untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak/suddent infant death syndrome (SIDS).

Kapan bayi Boleh tidur dengan Bantal dan Selimut?

Melansir lamar Healthline, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk menjauhkan benda-benda lunak dan tempat tidur yang longgar dari area tidur bayi setidaknya selama 12 bulan pertama. Rekomendasi ini didasarkan pada data seputar kematian bayi saat tidur dan pedoman untuk mengurangi risiko SIDS.

bayi baru bisa tidur dengan bantal setelah berusia 1,5 tahun atau 18 bulan. Namun, yang terbaik adalah menunggu sampai mereka berusia dua tahun sebelum memberi mereka bantal. Hindari memberikan bantal untuk bayi saat usianya di bawah 12 bulan kecuali dinyatakan secara eksplisit oleh dokter.

Di luar panduan dari AAP ini, setelah anak cukup besar, beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan saat menentukan apakah aman bagi anak untuk memiliki selimut di tempat tidurnya termasuk ukuran selimut, ketebalan, jenis kain, dan tepiannya.

1. Selimut dengan ukuran lebih besar dapat menimbulkan bahaya tercekik dan mati lemas, bahkan setelah anak berusia 1 tahun.

2. Bahan selimut dapat memengaruhi keamanannya dan kenyamanan bayi. Selimut yang terbuat dari kain seperti muslin yang lembut dan dapat bernapas dengan baik adalah pilihan yang lebih baik untuk si kecil daripada selimut tebal berlapis. Selimut berbobot tebal yang terkadang digunakan untuk anak yang lebih besar dengan masalah sensorik tidak aman digunakan oleh bayi.

3. Bahkan ketika anak sudah besar, selimut dengan tali panjang atau pita di ujungnya dapat membungkus dan mencekik anak, sehingga tidak aman digunakan sebagai selimut sebelum tidur.

Bagaimana Jika bayi Merasa Dingin dan Membutuhkan Selimut?

Para ahli menyatakan bahwa jika kamu khawatir bayi akan kedinginan pada malam hari, maka kenakan pakaian yang hangat untuknya. Tempatkan pemanas di dalam ruangan, jauh dari tempat tidur bayi untuk membawa suhu ke tingkat yang nyaman.

Haruskah Memilih Bantal Khusus untuk bayi?

Ya. Setelah bayi kamu cukup besar, belilah bantal yang dibuat khusus untuk anak seusianya. Aturan yang sama berlaku untuk selimut. Selimut standar ukuran dewasa terlalu besar untuk bayi dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti selimut ukuran bayi, yang dibuat untuk bayi dari kelompok usia tertentu.

Jika kamu memutuskan bahwa si Kecil sudah siap dalam usianya menggunakan selimut, pastikan itu adalah selimut yang kecil dan bukan sesuatu yang dapat melilit area leher bayi ketika tidur. Selain itu pastikan selimut diletakkan tidak lebih tinggi dari dada dan diselipkan di sekitar kasur di tempat tidur bayi.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: Healthline

Tags

Artikel Terkait

Terkini

8 Tips agar Weekend-mu Lebih Produktif, Yuk Dicoba!

Minggu, 26 Februari 2023 | 12:00 WIB

Ini Cara Menghadapi Lingkungan Kerja yang 'Toxic'

Selasa, 21 Februari 2023 | 12:30 WIB

Penting! Lakukan Hal Ini Sebelum Terjadi Gempa Bumi

Rabu, 8 Februari 2023 | 13:20 WIB
X