• Jumat, 27 Mei 2022

Antitesis Kecerdasan Bagian 6 : Ini Varian Kebodohan Berikutnya, Menyerah pada Konspirasi Nafsu Terendah

- Minggu, 20 Maret 2022 | 09:34 WIB
Ilustrasi Antitesis kecerdasan alias varian kebodohan yang dimiliki manusia nomor ke enam yakni menyerah pada konspirasi nafsu yang rendah. (pexels)
Ilustrasi Antitesis kecerdasan alias varian kebodohan yang dimiliki manusia nomor ke enam yakni menyerah pada konspirasi nafsu yang rendah. (pexels)



ngaderes.com
– Antitesis kecerdasan alias varian kebodohan yang dimiliki manusia nomor ke enam yakni menyerah pada konspirasi nafsu yang rendah.

Allah SWT menciptakan manusia sudah dibekali dengan kecenderungan terhadap sesuatu. Dorongan tersebut bisa mengajak kepada hal baik maupun kepada keburukan.Antitesis atau atau varian kebodohan yang seringkali menjangkiti manusia yakni menyerah pada nafsu yang rendah.

Baca Juga: Bagian 1: Antitesis Kecerdasan, Cerdas dan Bodoh Versi Allah SWT Versus Versi Manusia

Jika berkaca pada kisah Nabi Yusuf as, salahsatu nabi utusan Allah yang terkanal daya tariknya ini mengajarkan kepada kita mengenai mentalitas saat diuji dengan hawa nafsu.

Beliau mengajarkan mentalitas tidak menyerah pada konspirasi hawa nafsu yang mendatangkan pada keburukan.

Dikisahkan dalam sejarah, Zulaikha, seorang istri menteri keuangan Mesir pada saat itu merupakan majikan Nabi Yusuf AS.

Baca Juga: Bagian 2: Antitesis Kecerdasan, Berat untuk Move On dari Kesyirikan

Ia jatuh hati kepada Nabi Yusuf AS karena terpesona dengan paras menawan dan akhlak beliau.
Maka disusunlah konspirasi secara apik dengan tipu muslihat, Zulaikha membuat terjebak pada kondisi yang menjadikan Nabi Yusuf AS berada dalam pilihan yang cenderung membawanya kepada ketundukan nafsu terendahnya.

Pada saat itu, Nabi Yusuf bisa saja memilih pilihan menyerah pada hawa nafsunya. Namun, Nabi Yusuf AS memilih menahan dan mengendalikan diri. Ia tidak menyerah pada konspirasi hawa nafsu.

Baca Juga: Bagian 3:Antitesis Kecerdasan, Distrust atau Rasa Ketidakpercayaan Terhadap Kepemimpinan Islam dan Rasullullah

Bahkan lebih memilih resiko, seketika Nabi Yusuf AS dimasukan ke dalam penjara dibandingkan mengikuti ajakan Zulaikha.

Dari sini, Nabi Yusuf memberi teladan umat muslim. Sikap beliau adalah bukti memilih kecerdasan dan meninggalkan kebodohan.

Baca Juga: Bagian 4: Antitesis Kecerdasan, Memilih Rule of Life yang Bukan Berasal dari Creator of Life?

Halaman:

Editor: Annisa Sasa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tips Tetap Dingin di Cuaca Panas

Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:00 WIB

Doa Sholat Hajat Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Selasa, 19 April 2022 | 11:44 WIB

Rekomendasi Kolak Buka Puasa Khas Indonesia

Minggu, 3 April 2022 | 14:00 WIB

Apa Itu SBMPTN dan UTBK?

Kamis, 24 Maret 2022 | 05:42 WIB

Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Bantal dan Selimut?

Selasa, 22 Maret 2022 | 17:00 WIB
X