• Kamis, 7 Juli 2022

Bantu Jaga Kesehatan Pendengaran, Ingat Penggunaan Headset Saat Meeting Online

- Senin, 7 Maret 2022 | 20:17 WIB
Ilustrasi bantu jaga kesehatan pendengaran, ingat penggunaan headset saat meeting online (pixabay)
Ilustrasi bantu jaga kesehatan pendengaran, ingat penggunaan headset saat meeting online (pixabay)



ngaderes.com – Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, penggunaan headset guna menunjang rutinitas pekerjaan atau perkuliahan lebih dibutuhkan. Dalam kondisi bising, headset jadi solusi yang membantu penangkapan pendengaran lebih baik dalam menangkap informasi.

Tak kalah penting juga untuk kita senantiasa menjaga kesehatan pendengaran. Penggunaan headset dalam jangka panjang dan tanpa mengindahkan batasan berpengaruh pada kesehatan pendengaran.

Dilansir dari data kemenkes, prevalensi global gangguan pendengaran tingkat sedang hingga berat meningkat 12,7% pada usia 60 tahun, dan menjadi lebih dari 58% pada usia 90 tahun.

Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher Indonesia (PP PERHATI KL), Jenny Bashiruddin menjelaskan penggunaan headset saat meeting online maupun aktivitas lain perlu dibatasi.

Tidak hanya dari intensitas penggunaan, volume penggunaan headset pun perlu diperhatikan. Kebiasaan menggunakan headset dengan volume tinggi akan berisiko terjadi gangguan pendengaran.

''Untuk penggunaan headset volumenya tentu tidak boleh besar-besar, setidaknya 60% dari volume yang ada,'' katanya dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (1/3).

Jenny menjelaskan, penggunaan headset dipakai selang – seling, setelah 1 jam digunakan sebaiknya headset dilepas dan ambil jeda beristirahat rentang 1 jam juga.

Jenny mengatakan pemeriksaan secara rutin juga diperlukan guna membersihkan telinga. Pemeriksaan bisa dilakukan 3 sampai 6 bulan sekali, tergantung dari kondisi serumen (kotoran) telinga.
''Kita tidak merekomendasikan untuk dibersihkan sendiri, jadi caranya kalau memang kotorannya cepat banget ada harus enam bulan sekali dibersihkan,'' ucap Jenny.

Pada prinsipnya, lanjut Jenny, telinga itu terdapat kelenjar sebasea dan kelenjar serumen yang akan menghasilkan kotoran di sepertiga lubang. Sehingga seharusnya kotoran tersebut bisa keluar sendiri dan kalaupun mau dibersihkan itu tidak boleh menggunakan cutton bud.

Saat membersihkan telinga, Jenny menghimbau untuk tidak menggunakna cotton bud. Agar aman, cara membersihkan telinga cukup sampai bagian luarnya saja atau cukup dilap.

Selain itu diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat pendengaran. Bagi pegawai dengan tempat kerja yang bising melebihi 85 desibel, maka pemeriksaan pendengaran dianjurkan 1 tahun sekali.

''Tapi kalau dia bekerja tidak di tempat bising, tentunya pemeriksaan pendengarannya tidak usah 1 tahun sekali, bisa 2 atau 3 tahun sekali,'' ungkap Jenny.

 

 

 

Editor: Annisa Sasa

Sumber: Kemenkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Cara untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Kamu

Sabtu, 11 Juni 2022 | 15:00 WIB

5 Tips Tetap Dingin di Cuaca Panas

Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:00 WIB
X