• Sabtu, 25 Juni 2022

Bagian 1: Antitesis Kecerdasan, Cerdas dan Bodoh Versi Allah SWT Versus Versi Manusia

- Jumat, 4 Maret 2022 | 18:00 WIB
Ilustrasi Antitesis Kecerdasan. (Sumber gambar: canva.com)
Ilustrasi Antitesis Kecerdasan. (Sumber gambar: canva.com)

ngaderes.comSeringkali kesuksesan manusia disandingkan dengan keadaan, situasi ataupun potensi kecerdasan (Quotient).

Ada yang kita dengar dengan kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient), kecerdasan emosi (Emotional Quotient/Emotional Intelligence), kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient), kecerdasan dalam mengahadapi kesulitan (Adversity Quotient) hingga Kecerdasan Majemuk (Multiple Inteligence).

Mayoritas orang di sekitar kita, menganggap bahwa kecerdasankecerdasan tersebut penting dalam menunjang kehidupan yang sukses.

Kecerdasan ini ada yang sifatnya bakat sejak lahir, ada juga yang cemerlang karena pengasahan, pelatihan dan penajaman melalui serangkaian proses pelatihan atau kursus singkat ataupun sertifikasi.

Baca Juga: Amalan Ibadah di Bulan Sya'ban Dihitung Dua Kali Lipat Jika Dilakukan, Jangan Lewatkan!

Namun, perlu diketahui juga bahwa faktor penghambat, perusak hingga faktor yang menggagalkan kesuksesan manusia adalah antitesis dari kecerdasan itu sendiri.

Apakah itu antitesis kecerdasan? Dan seberapa bahaya bagi hidup kita? Dan bagaimana cara mengenali dan terapi untuk sembuh darinya, supaya sukses? Insya Allah akan kita explore secara lebih mendalam dalam beberapa artikel yang disajikan tim Redaksi ngaderes.com.

Antitesis Kecerdasan

Antitesis Kecerdasan adalah Kebodohan. Bahasa yang digunakan Allah SWT dalam Kitab Alquran adalah Jahilillyyah, dari akar kata Jahlun yang artinya “bodoh”.

Halaman:

Editor: Intan Resika Rohmah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Cara untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Kamu

Sabtu, 11 Juni 2022 | 15:00 WIB

5 Tips Tetap Dingin di Cuaca Panas

Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:00 WIB

Doa Sholat Hajat Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Selasa, 19 April 2022 | 11:44 WIB
X