• Rabu, 7 Desember 2022

Kontribusi NU dalam Perjuangan Kemerdekaan RI

- Senin, 31 Januari 2022 | 15:39 WIB
Pimpinan Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH Hasyim Asyari. (nu.or.id)
Pimpinan Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH Hasyim Asyari. (nu.or.id)



ngaderes.com
- Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, peranan ulama dan santri di Indonesia nyatanya cukup andil  dalam memperjuangkan kemerdekaan negara. Salahsatunya melalui organisasi masyarakat Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) yang dipimpin oleh KH. Hasyim Asy’ari.

Sejak kemunculannya, NU berdiri dengan semangat nasionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan yang berdasarkan syariat Islam. Oleh karena itu perjuangan yang dilakukan oleh NU berlandaskan semangat jihad dan juga sebagai bentuk rasa cinta terhadap tanah air (Hubb al-Wathan).

Jihad di Jalan Allah (fi sabilillah)

Gagasan NU atas rasa cinta terhadap tanah air (Hubb al-Wathan) terbukti memberi semangat perjuangan kemerdekaan di kalangan muslim. Hal ini didasari semangat jihad untuk membebaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam jajahan Belanda dan Jepang.

Hal yang perlu digaris bawahi adalah perjuangan tersebut dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tidak selalu terjun ke medan tempur, masyarakat juga bisa ikut andil seperti memberi akomodasi atau menjaga harta orang yang ikut berperang.

Menyikapi hal tersebut, atas arahan KH. Hasyim Asya’ari, NU kemudian mendirikan berbagai organisasi pemuda yang bersifat nasionalis. Para ulama di sini membentuk laskar-laskar perjuangan fisik seperti laskar Hizbullah yang dipimpin oleh KH. Zaenudin Arifin dan laskar Sabilillah yang dipimpin oleh KH. Masykur.

Selain laskar, ulama dan santri juga berperan aktif dalam organisasi negara yaitu PETA (Pembela Tanah Air). Melalui organisasi dan laskar-laskar tersebut, NU telah berperan dalam mempertahankan tanah air dari penjajah yang dimaknai sebagai jihad di jalan Allah (fisabilillah).

Resolusi Jihad

Hasyim Asy'ari berpendapat bahwa jihad merupakan suatu amalan besar yangmenjadi kewajiban muslim ketika dalam kondisi sedang diserang oleh musuh. Dalam konteks tersebut, KH. Hasyim Asy'ari menyebut perjuangan mempertahankan NKRI merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Hal tersebut berlandaskan Al-Quran Surat Al-Baqoroh ayat 190. Dari sinilah NU kemudian bersepakat mendukung upaya pergerakan rakyat melawan penjajahan sebagai bentuk  jihad fisabilillah. Sehingga muncullah fatwa ulama NU pada 22 Oktober 1945 yang kemudian melahirkan “resolusi jihad”.

Halaman:

Editor: Annisa Sasa

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Terkini

Sering Disangka Sama, Ini Perbedaan Antara Pilek dan Flu

Minggu, 20 November 2022 | 12:30 WIB

Rumus Mencapai Sukses dalam Kehidupan Rumah Tangga

Selasa, 11 Oktober 2022 | 21:20 WIB

Unik! Hanya di Bandung Kulit Ceker Ayam Jadi Sepatu

Selasa, 4 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Bibit Kopi Unggul Mengalir dari Garut

Selasa, 6 September 2022 | 12:00 WIB

Harimau Sumatra yang Bertahan Dalam Kepunahan

Senin, 22 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Jangan Salah Paham dengan Skill Public Speaking

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:29 WIB

Air Keran Layak Minum di IKN Nusantara

Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Membatasi Kunjungan demi Kelestarian Komodo

Jumat, 29 Juli 2022 | 09:00 WIB

Terpopuler

X