• Rabu, 17 Agustus 2022

Ini Hal yang Kamu Butuhkan Sebelum Belajar

- Selasa, 25 Januari 2022 | 06:41 WIB
Sumber foto : https://www.pexels.com/photo/person-writing-on-the-notebook-7096/
Sumber foto : https://www.pexels.com/photo/person-writing-on-the-notebook-7096/

Self-Awareness merupakan kesadaran untuk berusaha meperhatikan pikiran, tingkah laku, perkataan dan perasaan diri kita sendiri. Pemahaman dan penilaian terhadap diri sendiri itu menjadi salah satu alat lain untuk belajar.

Kita tahu bahwa kita perlu mengumpulkan feedback dan mengetahui bagaimana orang lain melihat kita. Namun jika itu berkaitan dengan pembelajaran, pengetahuan dan peningkatan skill, penilaian itu banyak yang tidak akurat.

 Dalam studi yang diadakan David Dunning, psikolog dari Cornell University, mengatakan 94% professor dilampirkan “bekerja di atas rata-rata”. Namun sebenarnya hampir setengah dari mereka salah, dan self-deception (menipu diri sendiri) dengan pasti mengurangi nafsu apapun untuk berkembang.

Salah satu cara untuk meningkatkan self-awareness adalah dengan melihat bagaimana caramu bertanya pada dirimu sendiri( (self-talk), tentang dirimu, dan mempertanyakan validiitas “self-talk” itu. Dalam proses refleksi itu kamu bisa melihat apakah opinimu benar atau salah.

Apakah kita sudah benar-benar cukup belajar? Apakah kita sudah memiliki banyak ilmu dan pengetahuan hingga kita tidak perlu belajar lagi? Apakah kita sudah merasa cukup dengan ilmu yang sekarang kita miliki?

Orang yang mengevaluasi diri mereka sendiri dapat menerima kekurangan, kesalahan pada ersepektifnya dan lebih terbuka mendengar opini orang lain.

Vulnerability / Terbuka untuk Dikritik

Saat kita sudah bisa atau bahkan menguasai suatu hal, kita jarang ingin kembali “tidak bisa” dalam hal lain. Pemikiran bahwa kita akan “tidak bisa” dalam suatu hal yang berlangsung selama berminggu ataupun berbulan, merasa canggung dan lambat, harus membuat pertanyaan “bodoh”, dan selalu membutuhkan bantuan di tiap langkah memang mengerikan.

Baca Juga: Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Quarter Life Crisis

Namun kini kita perlu belajar untuk menerima pengalaman dan “cepat salah” dalam bekerja. Pelajar yang hebat menerima diri mereka, secara terbuka, dikritik dengan status pemula.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Salah Paham dengan Skill Public Speaking

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:29 WIB

Air Keran Layak Minum di IKN Nusantara

Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Membatasi Kunjungan demi Kelestarian Komodo

Jumat, 29 Juli 2022 | 09:00 WIB

Tips Efektif ber- Organisasi

Kamis, 14 Juli 2022 | 21:27 WIB
X