• Kamis, 7 Juli 2022

5 Tips Berdamai dengan Inner Child

- Selasa, 18 Januari 2022 | 00:18 WIB
inner-child
inner-child

Edukasi - Pengalaman baik dan buruk masa kecil nyatanya bisa berdampak di kehidupan dewasa. Singkatnya, seseorang yang memiliki pola asuh yang baik akan menjadi pribadi yang hangat, mudah bergaul dan positif. Sedangkan orang yang memiliki pola asuh yang tidak baik, maka akan kesulitan bergaul, dingin, dan lebih mudah berpikir ataupun berperilaku negatif. Hal tersebut yang kemudian dibahas dalam ilmu Psikologi dengan istilah Inner Child.

Inner Child Terbentuk dari Proses Panjang

Psikolog Klinis Fuji Astutik, M.Psi. mengatakan Inner Child terbentuk dari pengalaman berbagai emosi pada masa kecil dan secara tidak sadar terbawa dalam alam bawah sadar di masa dewasa. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa penyebab, seperti ketidakhadiran sosok ayah atau ibu, mengalami pelecehan seksual, memiliki trauma, kehilangan orang-orang terdekat, korban kekerasan atau bencana alam, bahkan pernah menjadi korban bullying. “Ada Proses panjang dan dibentuk oleh pengalaman dari orang tua,” Ujar Fuji dalam Webinar LSO OASIS Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Fuji menjelaskan rangkaian-rangkaian peristiwa yang dialami tersebut berdampak kondisi kesehatan mental seseorang di masa dewasa. Akibatnya Inner Child ini bisa membuat seseorang sulit mencapai tujuan dan mengambil keputusan. Bahkan bisa perilaku menyakiti/melukai diri sendiri, mengancam dan merugikan orang sekitar, meluapkan emosi negatif secara tidak langsung dan cenderung melakukan tindakan kegagalan yang berulang.

Cara Mengobatinya

Ada beberapa cara yang bisa membantu untuk menyembuhkan Inner Child. Pertama, kamu harus sadari bawah kamu memiliki Inner Child yang terluka. Kedua, berkomunikasi dengan luka tersebut. Berdialog dengan sisi anak kecil yang ada di dalam dirimu. Beri dukungan dengan kalimat suportif seperti “kamu sudah hebat, terima kasih sudah bertahan sampai sejauh ini”, “maafkan aku telah mengabaikan perasaanmu, saat ini kamu tidak akan kesepian, aku akan bersamamu” Ketiga, terima dan hadapi rasa marah dan sedih. Mungkin ketika kamu berdialog dengan sisi anak kecilmu, rasa marah dan sakit itu meluap tak terbendung. Namun hal tersebut perlu kamu hadapi dan terima sebagai bagian dari mediasi dan langkah awal mengendalikan Inner Child. Keempat, kamu bisa melakukan meditasi untuk mencari ketenangan diri. Kegiatan ini bisa dilakukan ketika kamu beribadah misalnya dengan Shalat, bersholawat, berpuasa, ataupun ibadah lainnya. Terakhir, mungkin kamu perlu berkonsultasi dengan bantuan ahli sepeti dokter psikiater. Selain mengobati, tentunya kehadiran mereka bisa menjadi pendukung (Support System) dan menjadi pendampingmu. Sehingga proses rekonsiliasi dengan luka masa kecil bisa dilakukan dengan mudah. Karena luka masa lalu harus bisa diatasi agar hal tersebut tidak berdampak di kehidupanmu sekarang. Dengan begitu kamu bisa bahagia dan menerima Inner Child. Trauma-trauma yang dialami pada masa kecil seharusnya bisa disembuhkan. Karena jika tidak, pengalaman-pengalaman buruk bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental saat dewasa. Seseorang akan tumbuh dengan rasa trauma dan rasa sakit sepanjang perjalanan hidupnya karena masa kecilnya terluka. Efek panjang itu akan terus menjadi masalah di kehidupan dewasa.   Penulis: Gina Nurulfadillah/Internship Editor: Hildatun Najah

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

7 Cara untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Kamu

Sabtu, 11 Juni 2022 | 15:00 WIB

5 Tips Tetap Dingin di Cuaca Panas

Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:00 WIB
X