• Kamis, 7 Juli 2022

Penyebaran Omicron Sangat Cepat, Berbahayakah?

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 06:31 WIB
Webp.net-resizeimage
Webp.net-resizeimage

Edukasi - Corona Virus atau Covid-19 pasti sudah tidak asing di telinga kita. Tidak kurang dari dua tahun Indonesia berjibaku dengan virus ini. Jika kita ingat kembali, penyebaran Covid-19 terparah di Indonesia terjadi pada Juli 2021 dan mulai mengalami penurunan pada Oktober 2021. Dilansir dari Worldometers.info, puncak kasus harian Covid-19 di Indonesia mencapai 56.757 kasus pada 25 Juli 2021. Saat itu diketahui bahwa salah satu varian Covid-19, varian Delta, menjadi penyebab dari tingginya kasus penyebaran dan kematian akibat  Covid-19 di Indonesia. Covid-19 ini  sendiri memiliki berbagai macam varian, seperti Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan yang paling terkini  adalah Omicron. Varian Omicron masuk ke Indonesia pada 27 November 2021 lalu melalui warga negara Indonesia (WNI) yang pulang dari Nigeria. Hingga 10 Januari 2022, tidak kurang dari 407 kasus yang terjadi akibat varian baru ini.

Apakah Penyebaran Cepat Dari Omicron Ini berbahaya?

-
Sumber : theguardian.com Berdasarkan data dalam 50 tahun terakhir dari Statista.com, virus dengan tingkat kematian kasus tertinggi adalah Marburg, Nipah, Hendra, H5N1 atau Flu Burung, dan Ebola. Di antara wabah-wabah tersebut, Marburg menempati peringkat pertama dengan 80 persen tingkat kematian. Dimana ini sangat berbanding jauh dengan Covid-19 yang memiliki tingkat kematian sekitar 2,2 persen. Menanggapi kekhawatiran terhadap Omicron, Ilmuwan di Afrika Selatan mengatakan bahwa varian ini menyebar dua kali lebih cepat dari Delta, yang dianggap sebagai varian Covid-19 yang paling mudah menular. Penyebaran virus varian Omicron ini dihasilkan dari kombinasi penularan dan kemampuan untuk menghindari pertahanan kekebalan tubuh. Namun, apa saja kontribusi dari masing-masing faktor belum bisa dipastikan. Dibanding dengan varian Delta, Omicron menggandakan dirinya 70 kali lebih cepat di jaringan yang melapisi saluran pernafasan dimana jaringan tersebut dapat memfasilitasi penyebaran dari seseorang ke yang lainnya. Namun, di jaringan paru-paru Omicron bereplikasi 10 kali lebih lambat dibandingkan versi asli virus Corona, sehingga membuat varian Omicron tidak menyebabkan penyakit yang parah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa varian ini tidak lebih berbahaya dari varian Delta. Meski begitu kita tidak boleh menganggap enteng dan melanggar protokol kesehatan. Demi kehidupan normal dan kembali menjalankan aktivitas tanpa ada hambatan, kita perlu menaati peraturan-peraturan pencegahan Covid-19.   Referensi: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/covid-omicron-variant-what-you-need-to-know https://www.healthline.com/health/top-10-deadliest-diseases https://www.statista.com/statistics/1095129/worldwide-fatality-rate-of-major-virus-outbreaks-in-the-last-50-years/ https://www.livescience.com/56598-deadliest-viruses-on-earth.html https://www.worldometers.info/ https://www.deccanherald.com/international/world-news-politics/omicron-variant-spreading-twice-as-quickly-as-delta-in-south-africa-1057477.html Penulis: M.Rizki Alfaridzi/Internship Editor: Hildatun Najah

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

7 Cara untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Kamu

Sabtu, 11 Juni 2022 | 15:00 WIB

5 Tips Tetap Dingin di Cuaca Panas

Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:00 WIB
X