• Kamis, 7 Juli 2022

Dunia Masih Memperingati Hari AIDS, Berikut Asal-Usul Hingga Cara Pencegahan Dan Penyembuhannya

- Rabu, 8 Desember 2021 | 04:39 WIB
hari aids sedunia
hari aids sedunia

Edukasi - Setiap 1 Desember, dunia memperingati Hari Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Tidak hanya untuk menghormati dan menyemangati para penderitanya, tetapi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan penyakit tersebut. Kembali mengingatkan, AIDS merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Hal ini disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyerang dan mengakibatkan infeksi pada sel CD4. Ketika sel tersebut hancur, maka sistem kekebalan pun akan runtuh. Jika kondisi tersebut terus menerus berkembang pada tubuh, maka akan menimbulkan AIDS. Itulah mengapa AIDS dan HIV adalah hal yang berbeda.

Asal-Usul Keberadaan Virus HIV

Jika penelitian sebelumnya ditemukan bahwa virus HIV menjangkit pertama kali pada seorang pemburu, maka penelitian terbaru menemukan fakta yang lebih menarik. Profesor Pepin, memberikan update terbaru pada penelitiannya tersebut, ternyata virus tersebut pertama kali berinang pada seorang tentara perang dunia pertama. Keadaan tentara saat itu sedang kelaparan, dan dipaksa memburu simpanse sebagai pelepas rasa lapar. Pepin menghaturkan bahwa tindakan kolonialisme ikut memberikan andil pada penyebaran HIV AIDS. Kala itu, banyak tentara koloni Jerman di Afrika yang diserang dari banyak arah secara bersamaan, sehingga pelarian membawa mereka ke daerah kasus pertama HIV terjadi (pada penelitian sebelumnya). Lebih parah, masalah paling besar saat itu bukanlah strategi untuk menyerang balik, namun perut mereka yang kelaparan memaksa mereka untuk memakan apapun yang bisa dimakan. Pepin mengungkapkan hipotesisnya adalah virus itu mulai menyerang ketika salah seorang tentara memotong daging simpanse. Tentara tersebut kemungkinan terluka dan luka tersebut terinfeksi bersama dengan virus HIV.

Penyebab Dan Gejala

Penyebab dari HIV AIDS menyebar adalah melalui hubungan intim yang tidak aman, serta penggunaan jarum suntik tidak steril. Kasus lain juga ditemukan penularan melalui transfusi darah. Pada ibu hamil, HIV AIDS bisa menular pada anak selama masa kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Virus ini juga bisa tertular kepada siapa saja. Gejala dari pasien HIV AIDS pada tahap pertama akan mengalami flu berkelanjutan selama satu hingga dua bulan, dan selama bertahun-tahun tidak menunjukkan gejala apapun, serta timbul demam, nyeri tenggorokan, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, diare, kelelahan, nyeri otot, dan sendi. Pada tahap kedua, sembari tubuh tidak menunjukkan tanda-tanda terserang virus, perlahan sistem kekebalan tubuh rusak oleh virus. Kemudian, tubuh sudah bisa menularkan virus HIV, dan terus berlangsung sampai 10 tahun atau lebih. Tahap ketiga, penderita mulai mengalami HIV stadium lanjut hingga menjadi AIDS. Pada tahap ini, penderita mulai kesulitan bernafas. Kemudian, diare berat dan infeksi jamur pada tenggorokan, mulut, dan alat kelamin. Bintik ungu pada kulit juga muncul dan tidak akan hilang disertai nafsu makan menurun.

Pencegahan dan Penyembuhan Untuk yang Tertular AIDS

Pencegahan bisa dilakukan dengan tidak bergonta-ganti pasangan seks, serta tidak melakukan hubungan seks di luar nikah. Bila sudah menikah, pastikan melakukan hubungan tersebut dengan kondom dan sejenisnya. Tidak disarankan menggunakan narkoba, apalagi jika barang haram tersebut diaplikasikan menggunakan jarum suntik. Kemudian, penyuluhan kepada masyarakat dan pemberian akses informasi khususnya pada remaja. Bagi penderita yang sudah mendapatkan diagnosis positif, disegerakan untuk mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Obat ini untuk memperlambat penyebaran virus, sehingga tidak merusak kekebalan tubuh. Selama mengonsumsi obat ARV, dokter nantinya akan memonitor pengobatan untuk menilai respons pasien terhadap pengobatan. Sumber : https://www.google.com/amp/s/www.pikiran-rakyat.com/internasional/amp/pr-011407776/awal-mula-hiv-seorang-profesor-ungkap-dugaan-orang-pertama-yang-sakit-aids https://www.alodokter.com/hiv-aids https://www.halodoc.com/kesehatan/hiv-dan-aids https://www.alodokter.com/hiv-aids/pengobatan   Penulis: Galuh Budiati Wangsa/Internship Editor: Fahmi Idris/Internship

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

7 Cara untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Kamu

Sabtu, 11 Juni 2022 | 15:00 WIB

5 Tips Tetap Dingin di Cuaca Panas

Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:00 WIB
X