• Kamis, 7 Juli 2022

Copywriting Doa

- Rabu, 8 September 2021 | 13:58 WIB
pexels-rodnae-productions-4911182
pexels-rodnae-productions-4911182

Seperti apa hubungan Copywriting dengan Doa? Dalam copywriting penjualan sudah pasti ada sisipan permintaan tersirat untuk konsumen agar membeli produknya dalam bentuk kalimat penawaran. Dalam Doa pun kurang lebih sama, tapi di sana seorang hamba yang sedang berkomunikasi dengan Sang Pencipta dan sudah pasti ada permintaan yang disisipkan. Pemuda Bicara - Sebagai seorang Muslim, pasti sudah tahu betul bahwa doa adalah senjata bagi orang-orang beriman. Hal ini bisa dibuktikan secara gamblang dari buku-buku sejarah orang-orang terdahulu yang menggunakan doa sebagai senjata ampuh untuk mengundang turunnya pertolongan. Dari mukjizat para Nabi dan Rasul hingga torehan kemenangan para pasukan muslimin dalam peperangan melawan musuhnya. Ketika kita paham akan powerfull nya sebuah doa, maka sikap dan cara kita dalam berdoa pun harusnya lebih serius dan jauh dari kata biasa. Atau lebih parah lagi hanya sebagai formalitas amaliyah saja. Sejatinya sebuah doa bukan sekedar untaian keresahan dan pengharapan, tapi saat itu juga terjadi sebuah bentuk komunikasi vertikal antara hamba dengan Tuhannya. Komunikasi yang baik itu ketika pesan yang kita bawa sampai kepada lawan bicara kita. Bukan hanya sampai, tapi menarik untuk didengar atau direspon. Dalam dunia marketing digital ada istilah Copywriting, atau seni menjual dengan kata-kata. Tujannya adalah untuk memikat calon konsumen untuk bisa membeli produk kita. Lantas apa hubungannya dengan sebuah Doa?  

Hubungan Copywriting dengan Doa

-
Foto: pexels.com/rodnae-productions Sebetulnya ada korelasi yang bisa dilihat walaupun tidak persis sama, yaitu komunikasi dan permintaan (penawaran). Dalam copywriting penjualan terjadi komunikasi antara brand dengan konsumennya. Dan sudah pasti ada sisipan permintaan tersirat untuk konsumen agar membeli produknya dalam bentuk kalimat penawaran. Dalam Doa pun kurang lebih sama, tapi di sana seorang hamba yang sedang berkomunikasi dengan Sang Pencipta dan sudah pasti ada permintaan yang disisipkan. Entah untuk mempermudah urusan, mengharapkan rezeki, meminta pertolongan dan lain sebagainya. Namun sadarkah kamu banyak orang mengakui bahwa dirinya seorang hamba beriman. Seringkali ketika ia berdoa, tidak melibatkan perasaan penuh pengharapan dan komunikasi didalamnya. Doa-doa template nan singkat seperti "rabigfirli walliwallidaiya, hasbunnallah" seringkali jadi andalan. Saya secara pribadi tidak ada masalah dengan itu, karena saya pun demikian, momen penting seperti berdoa selepas salat kerap saya tunaikan secara singkat seperti itu.  

Copywriting Doa

'Copywriting Doa' istilah yang mau saya angkat di sini, menggabungkan antara kata 'Copywritting' dan 'Doa'. Copywritting bukan hanya buat jualan saja, kita bisa membuatnya seserius mungkin agar menarik perhatian Allah terhadap hambanya. Agar Allah melihat bahwa kita serius dan tulus berdoa meminta tolong kepadanya. Ketika konsumen saja gak bisa nolak produk kita setelah kita sisipkan Copywritting ampuh, semoga saja Allah pun "gak bisa nolak" ketika melihat hamba-Nya menghayati doa demi doa yang ia panjatkan dengan tulus.  

Adakah struktur Copywritting yang baik dalam Doa?

Saya rasa Doa yang diniatkan seserius mungkin bahkan bila perlu ditulis terlebih dahulu, itulah struktur Doa terbaik yang bisa kamu pakai dan panjatkan. Sekali lagi saya mau tekankan bahwa Doa adalah elemen penting dalam hidup kita, Rasul dan para sahabat mereka berdoa sebelum memulai peperangan. Di waktu subuh, Muhammad Al-fatih dan pasukannya menunaikan salat dan berdoa sebelum menaklukan konstantinopel. Ketika suatu negeri saja bisa dijatuhkan dengan kekuatan doa, apalagi nasib kita. Penulis: Sansan Ridwan Syaifulloh Editor: Redaksi

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

7 Cara untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Kamu

Sabtu, 11 Juni 2022 | 15:00 WIB

5 Tips Tetap Dingin di Cuaca Panas

Sabtu, 14 Mei 2022 | 12:00 WIB
X