digital marketing
Foto: Pixabay.com

Ngaderes.com Marketing adalah bagian kritis yang menjadikan suatu perusahaan akan meraih kesuksesan atau kemunduran. Marketing mempunyai tugas utama, yaitu menjual produk atau jasa dari suatu perusahaan yang mempunyai target pasar sesuai dengan yang telah ditentukan oleh perusahaan. Kiprah dan perjalanan marketing kini telah sampai pada konsep marketing 4.0 dengan munclnya digital marketing.

Indonesia menempati urutan ke-6 pada daftar negara pengguna internet terbesar di dunia. Peningkatan dari tahun ke tahun yang cukup signifikan membuat pergerakan dunia internet semakin dipenuhi dan bahkan menjadi kebutuhan oleh setiap orang.

Dari total populasi yang ada yaitu 268,2 juta penduduk, 56 persennya adalah pengguna internet aktif sekaligus pengguna sosial media. Dimana keduanya (internet dan sosial media) merupakan sarana komunikasi online dan memacu engagement yang berguna untuk marketing. Ini berarti banyak potensi yang dapat digarap oleh perusahaan.

Namun sebelum jauh pada pembahasan tentang cara menggarap potensi tersebut, para produsen diharapkan untuk memahami tingkah laku dan keinginan konsumen yang cenderung berubah di era digital ini. Hal ini akhirnya mendorong produsen untuk mengenali keseluruhan cara baru dalam praktik marketing.

Selain itu, produsen juga harus menyelami beberapa kunci industri dan belajar bagaimana cara mengimplementasikan ide-ide yang ada di era industri 4.0 ini.

Berubahnya era berarti berubah juga proses atau kegiatan bisnis yang tengah berlangsung. Hal tersebut akan berdampak pada perilaku konsumen.

Salah satu yang telah mengalami perubahan adalah customer path. Jika dahulu pada customer path dikenal dengan 4A, yakni Aware, Attitude, Act, dan Act Again, maka customer path pada era marketing 4.0  telah berubah menjadi 5A, yakni Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate.

Contohnya calon konsumen mengetahui (aware) dengan sebuah merek karena melihat iklannya di televisi. Kemudian ia merasa tertarik (appeal) pada merek tersebut, dan mencari informasi (ask) terkait merek karena penasaran. Jika dirasa cocok, konsumen akan memberi tindakan (act) dengan membeli produk dari merek tersebut. Konsumen yang merasa puas akan melanjutkan proses ini dengan merekomendasikan (advocate) produk tersebut.

Berangkat dari perubahan – perubahan yang terjadi dan dorongan untuk mengoptimalkan pasar dengan digital marketing, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan oleh produsen dalam upayanya memanfaatkan digital marketing:

 

1. Mencari tau saluran/platform mana saja yang potensial untuk menggarap pasar, lalu memaksimalkan proses marketing di sana. Contoh: saat ini yang paling populer adalah marketplace dengan sistem bisnis ecommerce, seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak.

2. Tampilkan konten digital menarik dan ter-update serta mengandung solusi dari kebanyakan masyarakat bukan hanya suguhan yang terfokus pada penjualan atau promosi saja. Contoh: membuat channel youtube atau feed instagram yang kekinian dan mengedukasi.

3. Mainkan waktu – waktu yang kritis/penting. Dalam menggarap pasar online ada kalanya kita mempelajari kapan saja waktu – waktu ramai pasar online dikunjungi oleh netizen (masyarakat internet).

4. Memperhatikan antropologi digital. Dalam antropologi digital, teknologi menyelidiki cara manusia berinteraksi antarmuka secara digital. Pada proses ini akan dilihat bagaimana konsumen berperilaku dalam konteks teknologi, dan bagaimana teknologi digunakan oleh manusia untuk berinteraksi satu sama lain. Salah satu praktiknya adalah social listening, yakni proses proaktif memantau percakapan tentang sebuah media di internet, khususnya di media sosial dan komunitas online.

5. Peka terhadap saran dan kritik konsumen.

Ke-lima poin di atas, sedikit banyak bisa memengaruhi pola bisnis seseorang atau perusahaan. Inilah gaya baru pemasaran di era industri 4.0.

Oleh: Luqyana Inas Mufidah
Editor: Intan Resika

1 COMMENT

  1. […] Revolusi industri mencapai puncaknya. Hal ini ditandai dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak sangat besar terhadap kehidupan manusia di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Pada 2017, pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta atau setara dengan 54,7 persen dari total populasi warga indonesia. Tak hanya teknologi, sisi perekonomian pun mulai menyentuh ranah dunia digital. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here