puasa karena ikut-ikutan
Foto: Freepik.com

ngaderes.com – Perintah puasa di bulan Ramadan merupakan perintah langsung dari Allah kepada umat islam. Bukan perintah orang tua, atau perintah ustadz, atau bahkan perintah teman. Sehingga amal mengerjakan puasa ini sudah seharusnya dilaksanakan umat muslim karena mematuhi perintah Allah.

Tapi bagaimana jika ada yang mengerjakan puasa Ramadan karena diperintah orang tua? atau puasa karena ikut-ikutan saja? Apakah boleh? Jawabannya tentu saja dibolehkan.

“Ada bermacam-macam respon umat islam saat menerima perintah untuk menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan. Salah satunya adalah mereka yang berpuasa karena ikut-ikutan atau terdesak lingkungan,” papar Ustadz Abu Zaki saat ditemui di masjid Al Hikmah, Bandung, Selasa (20/04/2021).

Ustadz Abu Zaki meneruskan bahwa orang yang mengerjakan puasa karena ikut-ikutan atau terdesak lingkungan tetap dibolehkan. Hal itu sebagai bagian dari latihan diri dalam melaksanakan perintah Allah. Sebab, tidak semua umat islam bisa bersegera menunaikan perintah Allah.

“Saat Allah memberikan perintah kepada manusia, khususnya dalam hal ini umat islam, tentu tidak serta merta perintah tersebut bisa dilaksanakan. Ada ilmunya dulu yang harus diketahui tentang perintah tersebut. Jika ilmunya sudah diketahui, sudah dipahami, barulah dia bisa melaksanakan amal tersebut karena Allah,” lanjut Ustadz Abu Zaki.

Jadi, buat kamu ngaderes mania, gak apa-apa kok kalau kita masih belajar menunaikan puasa Ramadan karena si dia, sambil terus berproses mengenal Allah, belajar memahami ilmu berpuasa ala Rosulullah, insya Allah kita bisa melaksanakan ibadah puasa karena Allah.

Penulis: Intan Resika
Editor: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here