Ar-Razi memori imunitas
Foto: pixabay.com

Influencer – Abu Bakr Muhammad Bin Zakariya Ar-Razi (Rhazes) pernah mengamati orang yang selamat dari penyakit smallpox. Smallpox adalah suatu penyakit ganas yang mematikan yang berusia lebih dari 10.000 tahun. Di Indonesia dulu biasa dikenal sebagai cacar, namun penyakit ini jauh lebih ganas.

Dalam pengamatannya, Ar-Razi menemukan fakta bahwa orang yang selamat dari penyakit smallpox tidak akan terkena penyakit ini untuk kedua kalinya seumur hidup mereka. Ar-Razi lalu mencatat dan mencetuskan untuk pertama kalinya dalam sejarah di bukunya tentang teori adaptive immunity atau acquired immunity atau specific immune system atau immunological memory (memori imunitas).

Teori memori imunitas yang dicetuskan Ar-Razi menyampaikan, kekebalan tubuh memiliki memori. Ketika seseorang tertular penyakit ganas tertentu dan survive, maka ketika dia terpapar untuk kedua kalinya di masa mendatang, tubuh akan mengenali penyakit tersebut. Tak hanya itu, tubuh juga akan memberikan respons lebih cepat untuk memerangi penyakit tersebut sehingga tidak akan menyebabkan sakit berkelanjutan.

Kekebalan tersebut bersifat spesifik, artinya terpapar penyakit A akan memberikan kekebalan spesifik pada penyakit A di masa mendatang. Tapi belum tentu bisa survive jika terpapar penyakit B lain yang karakteristik patogennya berbeda.

Dokter Muslim Berkebangsaan Persia

Dokter muslim berkebangsaan Persia ini selama hidupnya telah menulis 200-an kitab kedokteran, farmasi dan ilmu pengetahuan secara umum. Dalam bukunya Ar-Razi mendeskripsikan gejala dan tanda penyakit samllpox.

Ar-Razi adalah ilmuwan pertama dalam sejarah yang mendeskripsikan secara detil gejala dan tanda penyakit smallpox berdasarkan teknik pemeriksaan fisik. Ar-Razi juga mampu membedakan antara penyakit smallpox dengan penyakit campak (measles), di saat banyak dokter belum mampu membedakan keduannya. Saat itu, pertarungan melawan smallpox dan cikal bakal penemuan vaksin dimulai ketika tahun 910 M.

Apa yang dilakukan Ar-Razi inilah yang menjadi dasar dari metode differential diagnosis, yang dipelajari oleh mahasiswa kedokteran di berbagai belahan dunia hingga masa kini. Ar-Razi menuliskannya dalam buku beliau berjudul Kitab al-Jadari wa al-Hasba, ‘Buku tentang Smallpox dan Campak’.

Sumber: Buku Awe-Inspiring US karya Dewi Nur Aisyah
Penulis: Intan Resika
Editor: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here